Main Menu

Kisah Jokowi dan Sembilan Perempuan-nya

Dani Hamdani
24-12-2016 13:24

Banten, GATRAnews - Presiden Joko Widodo sempat melontarkan humor saat memberikan kata sambutan pada Puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-88 tahun. Saat menyampaikan keterlibatan perempuan di Kabinet Kerjanya yang berjumlah sembilan orang, Jokowi berkelakar mengapa ia menampilkan jumlah yang terbilang banyak jika dibandingkan dengan kabinet pemerintahan sebelumnya. “Karena saya suka perempuan,” kata Jokowi disambung gelak tawa semua tamu undangan yang hadir.

 

Usai tawa mereda, Jokowi melanjutkan kalimatnya. “Saya ‘kan belum selesai bicara,” ujar Jokowi. pada Puncak Perayaan Hari Ibu ke-88 yang bertempat di pelataran Masjid Al-Bantani, di Kawasan pusat pemerintahan Provinsi Banten pada 22 Desember lalu. Sejumlah tamu undangan hadir, beberapa diantarnya pimpinan daerah, organisasi perempuan dari berbagai latar profesi, dan masyarakat umum.

 

Jokowi lantas menjelaskan kebanggannya pada perempuan-perempuan di kabinetnya. Menurutnya,  dipilihnya kesembilan perempuan itu karena keungulan-keunggulan pada perempuan yang belum tentu dimiliki oleh para kaum laki-laki.

 

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menguraikan, Perempuan memiliki keunggulan pertama, Perempuan dinilai sangat jeli dalam melihat berbagai masalah. Kedua, perempuan tahan uji, dan ketiga perempuan tidak pernah mengeluh. “Itu menurut saya. Dan, itu lah yang saya rasakan (dalam memimpin Kabinet Kerja),” ujar Jokowi.

 

Masih bicara soal perempuan, Jokowi kembali bercerita. Ketika melakukan penandatangan MoU di Rusia beberapa waktu lalu semua menteri yang terlibat dipanggil untuk melakukan penandatanganan. Pertama, Menteri Luar Negeri (Menlu), dari kita menterinya seorang perempuan. Dari Rusia laki-laki.

 

Kemudian, Menteri BUMN, dari kita kembali perempuan. Rusia menterinya seorang laki-laki. Lanjut Menteri Kelautan (KKP) Dari Negara kita kembali memanggil seorang menteri perempuan. Dari Negera Rusia kembali seorang laki-laki. “Jadi, tiga kali dipanggil, menteri kita perempuan dan Rusia laki-laki semua,” ujarnya sambil tersenyum.

 

Salah satu perempuan yang juga turut membantu pemerintahanya adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindunagn Anak (PP dan PA), Yohana Susana Yembise. Beliau kata Jokowi merupakan profesor perempuan pertama di tanah Papua.

 

Jokowi berpesan keterlibatan perempuan di kacah publik harus terus ditingkatkan. Saat ini, untuk di Provinsi Banten, ada delapan Bupati/Walikota. Empat diantaranya merupakan kaum Ibu. Untuk secara nasional, ada 77 perempuan yang menjabat sebagai bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota.

 

Selain itu sebagai Kepala Negara, Jokowi juga berpesan, Indonesia membutuhkan peran Ibu. Misalnya, dengan menjaga anak-anaknya dalam pemanfatan teknologi. Semua ini, agar anak-anak tetap dapat menjaga kebinekaan dan persatuan. Tidak memanfaatkan teknologi untuk menebar kebencian dengan ujaran maupun fitnah.

 

“Terakhir, saya ucapkan selamat hari Ibu. Teruskanlah menjadi Ibu yang mendampingi anak-anak. Teruslah menjadi Ibu-Ibu yang hebat, agar Indonesia bisa semakin hebat,” pesan Presiden Jokowi.


Penulis: Arif Sugi

Editor: Dani Hamdani

Dani Hamdani
24-12-2016 13:24