Main Menu

Empat dari Sepuluh Perempuan Alami Tindak KDRT

Averos Lubis
27-01-2017 19:46

Jakarta, GATRAnews - Meskipun UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sudah disahkan lebih dari satu dasawarsa, ternyata secara nasional angka pelaporan kekerasan dalam rumah tangga kian meningkat. Anggota Komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa mengungkapkan hasil survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) akhir 2016 menunjukkan sekitar 40% perempuan Indonesia pernah mengalami KDRT. 

 

Sementara dalam catatan Komnas Perempuan mencatat, hingga akhir 2015, kasus KDRT mencapai lebih dari 300 ribu."Melihat data itu pemerintah harus serius mencegah kasus KDRT," ujar politisi PKS tersebut hari ini, Jumat (20/1/17).

 

[column_item col="3"]

Baca juga: Komnas Perempuan: Kekerasan Seksual Fokus dari UU PKS

Baca juga: Komnas Perempuan Tolak Perubahan Pasal di KUHP soal Zina dan Homoseksual

Baca juga: LPSK Dukung Komnas Perempuan Soal RUU PKS[/column_item]Bagaimana dengan angka KDRT di DKI? Menurut Ledia, berdasarkan data dari LBH Apik Jakarta tercatat ada sekitar 396 kasus laporan KDRT di DKI Jakarta pada tahun 2015. Untuk tahun 2016 belum ada yang mengeluarkan data namun sangat mungkin terjadi peningkatan jumlah kasus. "Walau ibukota memiliki penduduk yang banyak berpendidikan tinggi serta memahami hukum, namun angka KDRT masih tergolong tinggi," ujarnya.

 

Melihat hal itu, Ledia mengingatkan kembali perlunya penguatan aspek preventif dan rehabilitatif untuk terus meminimalisir kasus-kasus KDRT. Menurutnya, pemerintah perlu mendorong terimplementasinya penegakan hukum berdasarkan Undang-Undang KDRT.

 

Dia juga mengingatkan pemerintah untuk bersama-sama masyarakat membuat pola pencegahan terjadinya KDRT. Terutama dengan melibatkan komunitas, tokoh masyarakat hingga struktur pemerintahan terdekat ke masyarakat di tingkat RT/RW. “Membangun jaringan media sosial atau grup komunikasi di tingkat RT/RW, jaringan antara komunitas, rembukan rutin, dan pertemuan kecil pengajian bisa membantu antar anggota masyarakat saling memperhatikan, menghormati dan melindungi sesama tetangga,” ujarnya.


Reporter: Averos Lubis

Editor: Dani Hamdani 

Averos Lubis
27-01-2017 19:46