Main Menu

Perlukah Menyimpan Darah Tali Pusat?

Edward Luhukay
20-02-2017 11:11

Artikel Terkait

Jakarta, GATRAnews - Saat ini, banyak wanita bekerja dan hamil di usia produktif sehingga banyak hal yang perlu di perhatikan agar kehamilan dapat berjalan lancar dan sehat namun tetap produktif. Wajib diperhatikan, bekerja dengan nyaman, hindari stres, istirahat yang cukup, olah raga yang teratur, makan yang bergizi untuk mendapatkan nutrisi lengkap dan seimbang



Menurut dr Boy Abidin, SpOG(K) –-spesialis kebidanan di RS Mitra Kelapa Gading-- kenaikan berat badan ibu hamil rata-rata mencapai 10-15 kg. Hal ini sebagai indikasi bahwa asupan nutrisi ibu cukup dan baik dalam menunjang kesehatan janin dan aktivitas ibu.  

Selama kehamilan, lanjutnya, sirkulasi nutrisi dari ibu ke janin terjadi melalui plasenta dan tali pusat, dimana setelah bayi di lahirkan tali pusat biasanya dikubur bahkan dibuang. Padahal tali pusat memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan dalam terapi berbagai penyakit

Nah, perlukah menyimpan darah tali pusat? Jawabannya perlu. Darah tali pusat dan tali pusat bayi Anda perlu disimpan karena peneliti menemukan banyak manfaat yang tersimpan pada darah tali pusat sebagai alternatif sumber sel punca yang sampai saat ini dapat digunakan dalam pengobatan lebih dari 85 jenis penyakit seperti leukemia, anemia aplastik dan thalasemia.

Ada beberapa jenis sel punca yang bisa diperoleh dari darah dan tali pusat yang masing-masing memiliki kelebihan. Sel punca dari darah tali pusat disebut sel punca hematopoetik yang digunakan untuk membantu terapi pengobatan kelainan darah seperti leukemia, anemia akibat kegagalan sumsum tulang dan thalasemia, sedangkan tali pusat mengandung sel punca mesenkimal dan sel punca epitelial yang saat ini sedang diteliti untuk membantu terapi pengobatan jaringan yang rusak seperti pada kasus diabetes, stroke dan gagal jantung.

Tapi jangan salah, tali pusat yang disimpan tidak dalam bentuk kering seperti yang mungkin masyarakat ketahui pada umumnya. Satu-satunya waktu yang tepat untuk menyimpan darah tali pusat dan tali pusat adalah ketika bayi dilahirkan, dimana darah tali pusatnya masih segar dan mengalir. Pada saat itu jutaan sel punca pada darah tali pusat akan di masukkan ke tempat khusus oleh dokter dan nantinya akan di proses di laboratorium oleh bank penyimpanan darah tali pusat.

"Sel punca darah tali pusat ini dapat dipakai oleh anggota keluarga dengan kemungkinan kecocokan sampai 40%. Di Cordlife, darah tali pusat diproses dengan mesin Sepax®2 untuk mendapatkan sel punca sebanyak mungkin yang kemudian di simpan dalam tangki dengan nitrogen cair pada suhu -196 derajat celcius, ungkap Medical Advisor Cordlife dr Meriana Virtin, dilansir dari siaran pers yang diterima GATRAnews.

"Sel punca darah tali pusat ini dapat tetap baik meskipun sudah disimpan berpuluh-puluh tahun. Data terakhir melaporkan bahwa sel punca darah tali pusat masih tetap dapat digunakan setelah disimpan selama 23 setengah tahun," Meriana, menambahkan.

Penyimpanan darah tali pusat tidak boleh dianggap remeh. Bank penyimpanan darah tali pusat haruslah merupakan bank terpercaya dan memiliki ijin. Untuk memastikan darah tali pusat bayi Anda yang disimpan aman untuk digunakan terapi pengobatan bila diperlukan. "PT Cordlife Persada sebagai bank penyimpanan darah tali pusat pertama di Indonesia sejak tahun 2003 telah mengantongi Ijin Operasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan telah dipercaya oleh lebih dari 300.000 keluarga di Asia," menurut Manajer Pemasaran Cord Blood Banking Wita Pratiwi.

Sementra, dr Boy Abidin menyebutkan pentingnya menyimpan darah tali pusat sebagai investasi biologis yang dapat dipakai di masa yang akan datang, saat penyakit yang di derita membutuhkan terapi pengobatan dengan sel punca dari darah tali pusatnya.



Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
20-02-2017 11:11