Main Menu

Perempuan Menikah Perlu Mempersiapkan Kehamilan dengan Matang

Aries Kelana
25-04-2017 22:24

Ginekolog dr. Rully Ayu Nirmalasari, SpOG (Dok Gatra/AK9)

Jakarta, GATRANews -- Menikah merupakan harapan semua perempuan. Tetapi jika sudah menikah berarti perempuan boleh berleha-leha. Sebab perempuan akan hamil. Maka mereka perlu mempersiapkan kehamilannya untuk kualitas kesehatan bayi dan dirinya sendiri.

Ginekolog dr. Rully Ayu Nirmalasari, SpOG menjelaskan, persiapan untuk kehamilan atau prekonsepsi idealnya meliputi identifikasi ada tidaknya faktor kebiasaan, kesehatan, sosial dan lingkungan yang dapat mempengaruhi kesuburan dan kehamilan, sehingga dapat dilakukan intervensi berupa edukasi hingga terapi yang sesuai. “Ini dimaksudkan agar tercapainya  kesehatan maternal dan janin yang optimal di masa kehamilan,” ujarnya dalam jumpa pers di Menteng Central, Cikini, Jakarta Pusat (25/4/2017).

Persiapan sebelum masa kehamilan sangat penting dikarenakan periode pembentukan organ pertama terjadi pada usia kehamilan 3 – 10 pekan, namun 30% ibu hamil ternyata baru mulai melakukan kunjungan antenatal di usia kehamilan >12 minggu.

Dalam presentasinya, Rully memaparkan, antenatal care (ANC) merupakan suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi, dan penanganan medik pada ibu hamil. Komponen ANC meliputi identifikasi risiko, pencegahan dan penanganan penyakit yang berhubungan dengan kehamilan.

Mengutip panduan ANC dari WHO tahun 2016, tujuan ANC adalah menempatkan perempuan pada pusat perhatian utama dalam pelayanan kesehatan. Selain itu juga memberikan pengalaman kehamilan yang memuaskan, memastikan bahwa janin yang dikandungnya mendapatkan titik awal kehidupan yang terbaik. “Sebab 99% kematian maternal terjadi di negara bersumberdaya rendah,” ujarnya dalam rilisnya yang diterima GATRANews.

WHO 2016 mengeluarkan panduan baru minimal 8 kali kunjungan pelayanan antenatal yaitu pada usia kehamilan 12, 20, 26, 30, 34, 36, 38 dan 40 minggu. Post natal atau masa nifas dimulai sejak persalinan hingga 6-8 minggu pasca persalinan. Di massa ini, perubahan yang terjadi pada sistem tubuh selama kehamilan kembali seperti sebelum hamil. Perawatan masa nifas (post-natal care) berfungsi untuk mengawasi perubahan “back to normal” tersebut secara menyeluruh dan mendeteksi dini bila terjadi komplikasi akibat persalinan baik pada fisik maupun mental.

Post-natal care meliputi kesehatan payudara dan kualitas menyusui. Termasuk didalamnya perencanaan menyusui pasca ibu sehabis masa cuti bekerja, kesehatan kulit, perawatan luka perineum dan luka jahitan sesar, pengembalian berat badan ideal, ada tidaknya gangguan berkemih dan fungsi seksual, kontrasepsi serta ada tidaknya tanda-tanda depresi post partum.

Ia juga mejelaskan, komplikasi yang terjadi dalam masa kehamilan dapat berhubungan dengan kesehatan ibu, janin maupun keduanya. Beberapa komplikasi terjadi akibat masalah yang dialami sebelum kehamilan dan dipengaruhi oleh kondisi hamil, contohnya: asma, penyakit menular seksual, HIV, dan penyakit tiroid. 


Editor: Aries Kelana

Aries Kelana
25-04-2017 22:24