Main Menu

Kondisi Geografi Sumbang Tingginya AKI dan AKB Purbalingga  

Rosyid
05-05-2017 23:16

Ilustrasi - Pemeriksaan kesehatan ibu hamil. (GATRAnews/Ridlo Susanto/AK9)

GATRAnews, Ridlo Susanto – Dinas Kesehatan Purbalingga, Jawa Tengah menengarai kondisi geografi serta keadaan sarana pelayanan menyumbang Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dalamj proses bersalin di Purbalingga.

 

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, Hanung Wikantono mengatakan fasilitas kesehatan yang kurang siap juga turut ikut memperberat permasalahan kematian Ibu dan Bayi. Beberapa hal tersebut mengakibatkan kondisi 3 terlambat yakni terlambat mengambil keputusan, terlambat sampai di tempat pelayanan dan terlambat mendapatkan pertolongan.

“Ada 4 terlalu yang dapat menyebabkan risiko AKI dan AKB yakni terlalu tua, terlalu muda, terlalu banyak, terlalu rapat jarak kelahiran,” ujar Hanung dalam rapat koordinasi antar dinas kesehatan dan Provinsi Jawa Tengah.

Hanung menjelaskan, keterlambatan pengambilan keputusan di tingkat keluarga dapat dihindari. Apabila ibu dan keluarga mengetahui tanda bahaya kehamilan dan persalinan serta tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasinya di tingkat keluarga.

Hanung mengemukakan perlu perencanaan persalinan yang matang oleh keluarga. Hal itu, kata dia, bisa dilakukan manakala ibu, suami dan keluarga memiliki pengetahuan mengenai tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas. Selain itu pola asuhan perawatan ibu dan bayi pemberian ASI,  jadwal imunisasi lengkap, serta informasi lainnya.

“Buku KIA juga berfungsi sebagai alat pemantauan perkembangan kesehatan ibu hamil serta pemantauan pertumbuhan bayi sampai usia 5 tahun. Buku ini dapat diperoleh di tiap tiap Puskesmas,” katanya.

Sementara, Kepala Seksi Kesga Dinas Kesehetan Provinsi Jawa Tengah Retno Mratihartini menjelaskan, ada beberapa faktor yang secara signifikan menjadi penyebab kematian ibu.

“Banyak faktor yang menyebabkan kematian ibu antara lain karena perdarahan saat melahirkan, tekanan darah yang tinggi saat hamil (eklampsia), infeksi, persalinan macet dan komplikasi keguguran, ” jelas Retno.

Sementara, pada AKB, Retno mengungkap penyebab langsung kematian bayi disebabkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan kekurangan oksigen (asfiksia). Penyebab tidak langsung kematian ibu dan bayi baru lahir adalah karena beberapa faktor. Antara lain, seperti tingkat pendidikan masyarakat, serta kondisi sosial ekonomi dan budaya.

“Faktor makanan bagi ibu hamil harus terus diperhatikan, agar ibu hamil menjadi sehat, bayi yang dikandung juga tetap terjaga kesehatannya,” ujarnya.

 


Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Rosyid

Rosyid
05-05-2017 23:16