Main Menu

Ratusan Perempuan dan Anak Jateng Alami Kekerasan pada Semester Pertama 2017

Rosyid
27-07-2017 10:51

Seminar Kampanye Penguatan Kebijakan Perlindungan Anak. (Foto: GATRAnews/Dinkominfo Purbalingga/AK9)

Purbalingga, GATRAnews – Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BP3AKB), Jawa Tengah mencatat jumlah korban kekerasan terhadap anak dan perempuan masih tinggi. Pada tahun 2016 terjadi sebanyak 2.531 korban kekerasan. Sementara, hingga triwulan kedua Tahun 2017 ini, angka kekerasan sudah mencapai 643 kasus.

Demikian disampaikan oleh Ketua Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BP3AKB), Sri Kusuma Astuti dalam Seminar Kampanye Penguatan Kebijakan Perlindungan Anak Bertajuk Akhiri Kekerasan Terhadap Anak di Bale Apoeng, Bojongsari Kabupaten Purbalingga, Rabu (26/7). Jenis kekerasan yang dialami korban, kata Kusuma, yakni kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran, trafficking, eksploitasi, dan jenis kekerasan lainnya.

Dia mengemukakan, pihaknya melakukan perlindungan korban kekerasan dengan sistem pencegahan, pengurangan resiko kerentanan, dan penanganan korban yang terangkum dalam satu sistem data dan informasi. Seluruhnya diciptakan menjadi sebuah aplikasi yang bisa diakses oleh masyarakat Jawa Taengah.

“Tentunya pendekatan sistem ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak diantaranya orang tua, keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah dan pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, diperlukan sebuah sentra layanan khusus mempertimbangkan maraknya kekerasan yang dialami oleh perempuan dan anak. Di Provinsi Jawa Tengah sendiri, kata Kusuma, sudah ada layanan bagi korban kekerasan seperti layanan pengaduan, medis, psikologis, bantuan dan perlindungan hukum dan layanan lain.

“Penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak bekerjasama dengan OPD terkait dan masyarakat dalam memberikan layanan pada korban,” ujarnya.

Kata Kusuma, untuk mengefektifkan upaya penurunan angka korban kekerasan pada perempuan dan anak, BP3AKB bekerjasama dengan berbagai lembaga lintas sektoral. Kerjasama tersebut antara lain dengan Penandatangan MoU dengan Aparat Penegak Hukum tentang Sistem Peradilan Pidana Terpadu Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan (SPPT-PKKTP).

“Tujuan nota kesepahaman ini salah satunya sebagai akses keadilan bagi korban kekerasan,” kata Kusuma.

Kusuma mengklaim, BP3AKB juga melakukan inovasi baru dalam rangka menangani korban kekerasan pada perempuan dan anak. Terobosan itu yakni dengan memberikan layanan pengaduan dan penanganan secara online yang terintegrasi dengan lembaga layanan, kemudian pencatatan dan pelaporan kekerasan perempuan dan anak terintegrasi dengan administrasi kependudukan.

“Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga turut membuat Surat Edaran (SE) tentang Peningkatan Partisipasi Perempuan pada proses pengambilan keputusan, pemenuhan hak, perlindungan perempuan dan anak dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan desa yang responsif gender,” bebernya.

 



Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Rosyid

Rosyid
27-07-2017 10:51