Main Menu

Inilah Kota-Kota yang Menyeramkan bagi Perempuan!

Aulia Putri Pandamsari
18-10-2017 21:20

Wanita warga Mersir berjalan-jalan di salah satu sudut kota (AFP Photo/yus4)

Jakarta, gatra.com - Thomson Reuters Foundation baru saja mengeluarkan sebuah survei mengenai kota-kota besar mana saja di dunia yang paling tidak ramah untuk ditinggali perempuan. Ibukota Indonesia, Jakarta berada di peringkat sembilan dari sepuluh kota dengan predikat 'berbahaya' tersebut. Kesepuluh kota tersebut adalah: 

1. Kairo (Mesir),
2.. Karachi (Pakistan),
3. Kinshasa (Kongo),
4. Delhi (India),
5. Lima (Peru),
6. Mexico City (Meksiko),
7. Dhaka (Bangladesh),
8/ Lagos (Nigeria),
9. Jakarta,  
10. Istanbul (Turki).

Berdasarkan rilis dari Thomson Reuters Foundation hari Senin lalu, survei dilakukan secara online maupun via telepon kepada 380 expert di bidang isu perempuan yang terdiri dari professional, akademisi, petugas kesehatan, aktivis, dan pengamat sosial. Survei dilakukan di 19 kota besar di antara bulan Juni dan Juli lalu.

Survei tersebut menilai seberapa baik perlindungan terhadap perempuan dari kejahatan seksual, serta praktik budaya yang merugikan perempuan, juga bagaimana akses perempuan terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Hasilnya, Kairo ibukota dengan mayoritas penduduk Arab berada di peringkat paling atas. Omaima Abou-Bakr seorang aktivis perempuan di Kairo dan pendiri Women and Memory Forum berpendapat tradisi yang sudah berjalan selama berabad-abad lamanya yang menjadikan posisi perempuan sulit dan mengalami diskriminiasi. Lebih lanjut, Omaima mengatakan bahwa sulit untuk mengambil langkah hukum yang lebih progresif terkait isu perempuan karena masih menguatnya paham konservatisme.

Senada dengan Omaima, Shahira Amin seorang jurnalis dan aktivis perempuan dari Mesir mengatakan "Segala sesuatu di kota(Kairo) ini sulit bagi perempuan. Saya melihat perempuan berjuang di seluruh aspek. Bahkan untuk berjalan dengan santai di jalan mereka masih sering mengalami pelecehan verbal maupun fisik."

Kota Delhi di India menjadi kota yang buruk bagi perempuan dengan maraknya kejahatan seksual seperti pemerkosaan, penyerangan, dan pelecehan. Kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh sekelompok orang di Delhi Bus tahun 2012 lalu memantik amarah publik. Protes pun bermunculan, meminta pemerintah untuk memberi penalti lebih terhadap pelaku kekerasan seksual.

Semenjak kasus tersebut, media bersama dengan pemerintah India berupaya meningkatkan kesadaran akan hak-hak perempuan dan mendorong korban supaya bisa mengadukan kekerasan yang dialaminya.

"Para pemerkosa itu tahu mereka tidak akan tertangkap. Maka yang harus terus dilakukan adalah mendorong polisi dan aparat yang berwenang untuk secara efektif menginvestigasi, mengadili, dan menghukum mereka." ujar pengacara, Rishi Kant.

Lantas, sebaliknya, kota apa yang ramah bagi perempuan? Banyak yang menilai London menjadi kota yang paling ramah terhadap perempuan. Kepada Thomas Reuters Foundations, Walikota London Sadiq Khan mengatakan bahwa perempuan telah berperan di semua lini. Baik di sektor pelayanan publik, seni, politik, bisnis maupun sains.

"Progres yang kami lakukan untuk mencapai ini tidaklah dilakukan dalam waktu yang cepat. Kami harus melipatgandakan usaha untuk menghilangkan segala hambatan yang menghalangi kesuksesan mereka dan untuk tetap mendorong pemenuhan potensi perempuan." ujarnya.


Reporter: APP
Editor: Nur Hidayat

Aulia Putri Pandamsari
18-10-2017 21:20