Main Menu

Aktivis Perempuan Cilacap Dorong Terbitnya Perbup TB-HIV  

Rosyid
06-11-2017 18:38

Aktivis perempuan di Cilacap (GATRA/Ridlo Susanto/yus4).

Cilacap, gatracom – Aktivis perempuan di Cilacap, Jawa Tengah mendorong Pemerintah Daerah menerbitkan regulasi penanggulangan Tuberkulosis (TB)  dan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Mereka menilai Perda Penanggulangan AIDS yang sudah ada tak mampu membendung penularan HIV/AIDS, terutama kepada perempuan dan anak.



Ketua Bidang Pendidikan di Pengurus Daerah Aisyiah (PDA) Cilacap, Ulfa Hikmah mengatakan, terdapat hubungan yang amat kuat antara munculnya TB dengan HIV. Menurut dia, gejala batuk tak putus seperti gejala pada TB adalah tanda-tanda awal seseorang terserang  HIV. Sebab itu, banyak ditemui salah diagnosa pada penderita HIV.

Namun, saat seseorang sudah divonis terserang TB, kata Ulfah, biasanya tak dilanjutkan dengan tes HIV-AIDS. Akibatnya itu, Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) baru diketahui saat mencapai stadium lanjut.

Menurut Ulfah, dua tahun terakhir ini, penularan pada ibu rumah tangga dan anak semakin meningkat. Mereka ditulari oleh suami yang bekerja di luar negeri, atau luar daerah. Sebab itu, perempuan dan anak menjadi kelompok yang sangat terancam.

“Tahun 2016 itu kan, tren penderita HIV-AIDS itu adalah ibu rumah tangga. Kok, ibu rumah tangga? Karena mereka ditularkan oleh para suaminya,” jelas Ulfah, Senin (6/11).

Sebab itu, Aisyiah dan berbagai kelompok perempuan lain Cilacap, seperti PKK, Muslimat NU, Komisi Penanggulangan Aids (KPA), Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), KPAI, dan berbagai kelompok lainnya mendesak agar Pemda menerbitkan regulasi yang menyatukan tes TB dan HIV menjadi satu bagian tak terpisahkan.

“TB-HIV itu tidak bisa sendiri ya. Harus bisa bersinergi dengan lembaga-lembaga lain, ya. Seperti kami juga bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, dengan KPA, Komisi Penanggulangan AIDS, dengan LPPLSH, dengan Muslimat NU,” jelasnya.

Sementara ini, ujar Ulfah, di Cilacap baru ada Peraturan Daerah (Perda) mengenai HIV-AIDS, yaitu Perda Kabupaten Cilacap Nomor 2 tahun 2015 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Cilacap. Dalam Perda itu, berbagai program penanggulangan dilakukan. Antara lain, kewajiban tes HIV bagi pengantin baru, dan ibu hamil.

Namun, menurut Ulfah, Perda tersebut tak cukup untuk melindungi para perempuan dan anak. Sebab, seringkali, penanganan HIV-AIDS terlambat. Sebab itu, ia mendesak agar Pemerintah lebih cepat menerbitkan Perda. Jika Perda dirasa terlalu panjang, ia mengusulkan agar Bupati Cilacap menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) sebelum Perda TB-HIV diparipurnakan.



 

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Rosyid

Rosyid
06-11-2017 18:38