Main Menu

Perlu Pemahaman Gizi Sejak Remaja

Annisa Setya Hutami
08-12-2017 23:25

Konsorsium Indonesia Bergizi (GATRA/ASH/FT02)

Jakarta, Gatracom – Kini saatnya pemerintah fokus memperbaiki gizi generasi sejak masa remaja. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan generasi penerus dengn cukup asupan gizi.


Hal ini dingkapkan Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes, Doddy Izwardy dalam Konsorsium Indonesia Bergizi yang melibatkan remaja (NutriTEEN Project) yang digelar Japfa Foundation.  Acara yang berlangsung selama dua hari, Jumat (8/12)-Sabtui (9/12), Hotel Menara Peninsula, Jakarta.

“Sekarang fokus pada gizi remaja. Dari situlah terlihat masalah gizi intergenerasi dan antargenerasi. Setelah tamat SMA, remaja putri banyak yang menikah. Ini perlu pemahaman konteks reproduksi yang berkaitan dengan gizi,” ujar Doddy.

Lanjut Doddy, pada fase penting saat mengandung akan mempengaruhi janin. Maka ibu yang kekurangan gizi akan berdampak pada tumbuh kembang anak. Mesti diingat bahwa gizi sebagai investasi bangsa yakni sumber daya manusia (SDM).

Sementara, Head of  Japra Foundation, Andi Prasetyo mengatakan, pembahasan tema kali ini mengenai perbaikan nutrisi dalam mengatasi stunting  atau status gizi pendek menjadi permasalahan kesehatan. Lebih mengarah pada kasus kekurangan gizi (malnutrisi).

“Penyebabnya dapat terjadi dari asupan makanan, faktor lingkungan dan sosial ekonomi. Saat ini jumlah stunting balita di Indonesia sudah menurun, namun masih memerlukan banyak sosialisasi dari segala sektor. Salah satunya dari kalangan milenial,” kata Andi.

Untuk mengurangi stunting, lanjutr Andi, dilakukan kewirausahaan sosial sebagai bentuk perduli sesama. Satu kewirausahaan sosial di satu kecamatan.


Reporter: ASH
Editor: Arief Prasetyo


Annisa Setya Hutami
08-12-2017 23:25