Main Menu

Cita Rasa Umami Pancing Gairah Nafsu Makan

Arif Prasetyo
29-03-2018 23:45

Media Gathering bersama PT Ajinomoto Indonesia. (GATRA/Arif Prasetyo/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Eksplorasi rasa lewat dunia kuliner makanan Jepang memang tidak ada habisnya. Apalagi sejak ditemukannya senyawa cita rasa umami oleh Profesor Kikunae Ikeda dari Universitas Imperial Tokyo pada 1908. Umami atau rasa gurih merupakan salah satu dari lima rasa utama – selain manis, asin, asam, pahit – yang sering dijumpai pada makanan.

 

Rasa gurih atau umami dapat diperoleh secara alami dari berbagai macam bahan makanan, seperti kaldu atau sayuran. Namun, ada perbedaan yang jelas antara kaldu dari beberapa negara. Contohnya Jepang, dashi memberikan sensasi rasa umami yang sangat murni karena tidak berasal dari daging-dagingan. Dashi adalah kuah yang menjadi dasar dari hampir semua masakan tradisional Jepang.

 

Pada dashi, L-glutamat berasal dari kombu laut (Laminaria japonica) dan inosinat berasal dari serutan bonito kering (katsuobushi) atau ikan sarden kecil kering (niboshi). Sebaliknya, kaldu Barat atau Cina mempunyai rasa yang lebih kompleks karena adanya campuran asam amino yang lebih beragam dari tulang, daging, dan sayur-sayuran.

 

Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Kaldu di Indonesia hampir menyerupai dengan Barat dan China, yakni dari ayam, daging sapi, atau ikan.

 

Menurut Prof. Purwiyatno Hariyadi, ahliTeknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB), terdapat korelasi antara kualitas cita rasa, konsumsi gizi dan tingkat kesehatan. Kualitas cita rasa akan memberikan nilai kenikmatan terhadap seseorang ketika mengonsumsi suatu produk pangan.

 

“Kualitas cita rasa ini penting karena nilai gizi dan energy (termasuk nilai fungsional produk pangan) baru akan bermakna ketika produk pangan tersebut dikonsumsi dan dicerna oleh tubuh,” jelas Purwiyatno dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (29/3).

 

Jadi, lanjutnya, kata kuncinya adalah konsumsi. Bahkan tidak sekadar konsumsi, tetapi perlu dikonsumsi dalam jumlah yang cukup dan dalam periode konsumsi yang cukup, sehingga tubuh mendapatkan asupan yang cukup, serta akan menjadi sehat.

 

Kecukupan konsumsi ini akan mudah tercapai–bahkan menjadi enjoyment - jika produk pangan itu mempunyai kualitas cita rasa yang baik. Di sinilah peran penting cita rasa, yang akan memfasilitasi proses konsumsi pangan sehingga tubuh akan mendapatkan asupan gizi yang cukup.

 

Kualitas cita rasa yang baik dapat dicapai dengan mengoptimalkan lima cita rasa dasar; yaitu asam, manis, asin, pahit dan umami.

 

Peneliti dari Tohoku University Graduate School of Dentistry, Japan yang dipublikasikan pada Jurnal Flavour (2015) menunjukkan, cita rasa mempunyai peranan penting bagi kesehatan, khususnya cita rasa umami bagi pasien usia lanjut.

 

Cita rasa umami (gurih) diperlukan untuk meningkatkan asupan gizi yang dperlukan oleh tubuh kita. “Jika asupan gizi cukup sesuai kebutuhan makan tubuh kita akan menjadi lebih sehat dan bugar,” tutup Purwiyatno.



Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
29-03-2018 23:45