Main Menu

Komunitas Truk Modifikasi se-Indonesia Bakal Kumpul di Jogja

Mukhlison Sri Widodo
15-08-2018 21:26

Jogja truck festival (youtube.com/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com - Gelaran terbesar yang mempertemukan komunitas truk modifikasi di Indonesia bertajuk ‘Jogja Truck Festival 2018’ digelar di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta pada 8 September hingga 9 September.

 

Ajang ini mengambil tema ‘Panorama Indonesia’ dan menargetkan sekitar 200 truk modifikasi dari 52 karoseri di Indonesia akan hadir.

Ketua Panitia ‘Jogja Truck Festival’ Endro Kimpling menjelaskan acara ini bertempat di Jogja Expo Center, Bantul. 

Mempertimbangkan jumlah peserta dan kapasitas tempat, pameran truk modifikasi ini akan menggunakan ruang pameran dan halaman JEC.

“Ada 13 kategori yang akan kami perlombakan dalam festival ini dan memperebutkan hadiah total Rp140 juta. Sejak pendaftaran dibuka 25 Juli lalu tercatat 140 truk yang dipastikan hadir dari seluruh Indonesia,” katanya, Rabu (15/8) sore.

Selain dari Jawa, peserta komunitas truk berasal dari Palembang, Lombok, Bali, Kalimantan Tengah, dan Lampung. Peserta diperkirakan bertambah menjelang festival.

Tiga belas kategori yang dilombakan antara lain truk standard elegan, truk elegan modifikasi, ekstrem modifikasi, klasik modifikasi, truk boks modifikasi, dump truck modifikasi, lukis truk, cutting sticker, audio perfomance, lighting performance,  eksterior, interior, truk pilihan pengunjung, dan pilihan media sosial.

Festival juga menggelar kesenian dan akan berkeliling Kota Yogyakarta bersama Wali Kota Haryadi Suyuti.

Wakil Ketua Panitia "Jogja Truck Festival 2018" Noor Kholik mengatakan, selain truk-truk modifikasi, ajang ini juga menampilkan delapan truk modifikasi ekstrem.

“Modifikasi tidak lagi menghiasi, namun mengubah bentuk baku truk dengan bentuk baru yang menarik. Bahkan beberapa truk modifikasi ekstrem ini sudah menggunakan sistem suspensi hidrolik yang menggantikan pegas plat,” katanya.

Noor menjelaskan memodifikasi ekstrem pada truk untuk tampilan dan interior bisa menghabiskan uang sampai Rp200 juta dan waktu pengerjaan 10 bulan. Salah satu truk modifikasi ekstrem tersebut dimiliki warga Klaten.

“Bahkan ada satu pengusaha dari Kalimantan Tengah yang setahun ini melakukan modifikasi truk untuk tampil di festival ini,” kata Noor.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
15-08-2018 21:26