Main Menu

Cerita Ugoran Prasad tentang Album Baru Melancholic Bitch

Fahrio Rizaldi A.
11-09-2017 06:09

Jakarta, GATRAnews - Grup musik asal Yogyakarta, Melancholic Bitch tengah mempersiapkan album terbaru, berjudul NKKBS Bagian Pertama. NKKBS adalah singkatan dari Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera, jargon in terkenal di era Orde Baru sebagai propaganda. Mengingat fenomena itu, Melancholic Bitch pun menterjemahkan pandangan mereka melalui karya musik.

"Kami mengunjungi sejarah karena ingin mengenali hari ini. Sekarang warga dikonstruksi untuk bertengkar satu sama lain. Percakapan tentang toleransi jadi terlalu normatif," ujar sang vokalis, Ugoran Ptasad dalam video di channel YouTube belum lama ini.

“Kita ditumbuhkan sama semangat itu dan ada generasi yang lahir dari proyek itu. Justru menurutku mereka yang enggak inget sama NKKBS  itu mereka yang sebenarnya lahir di (era) NKKBS, orangtua mereka orangtua-orangtua yang tahun NKKBS. Orangtua yang tahu kondom diurusin sama Posyandu, negera mengurus sampai ke ranjang," lanjut Ugoran.

Mengenai proses produksi, Ugoran mengaku pembuatan album ini lebih singkat dari pada album sebelumnya, Balada Joni dan Susi. Ugoran menjelaskan mengapa Melancholic Bitch mengusung isu-isu semacam ini. 

Menurutnya, Melancholic Bitch tidak mampu menjadi band seperti kebanyakan. "Karena tidak bisa menjadi band, nggak mampu jadi band yang sewajarnya. Jadi, ya berbahagia lah jadi band yang tidak wajar," jelas Ugoran.

Sebelumnya, Melancholic Bitch telah merilis lagu dari album NKKBS, berjudul Bioskop, Pisau Lipat. Lagu itu lahir dari pengalaman masa kecil Ugoran tentang propaganda Orde Baru melalui film, yaitu film Pemberontakan G30S/PKI.

"Kecenderungan MelBi (Melancholic Bitch) memang begitu. Kami berangkat dari suatu tempat, dan jika dalam perjalanan semakin nggak tahu, semakin menyenangkan," urai Ugoran.

Materi dari NKKBS Bagian Pertama  akan dibawakan Melancholic Bitch dalam konser yang digelar di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri (Purna Budaya), Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada Sabtu 9 September 2017 pukul 19:00.


Reporter: Rizaldi Abror

Editor: Nur Hidayat

 

Fahrio Rizaldi A.
11-09-2017 06:09