Main Menu

JogjaROCKarta Ditargetkan Jadi Ajang Tahunan

Rosyid
01-10-2017 09:46

Aksi Dream Theater di panggung Jogjarockarta. (GATRA/Arif Koes H/AK9)

Yogyakarta,GATRAnews -  CEO Rajawali Indonesia Communication Anas Syahrul Alimi merencanakan konser JogjaROCKarta menjadi agenda tahunan. Namun, berkaca pada kasus pemindahan lokasi menjelang konser, Anas meminta adanya kepastian regulasi dari pemerintah.

 

"Seperti yang sudah teman-teman ketahui, selain kami sebagai penyelenggara, para bintang tamu juga kecewa saat ada pemindahan dari Candi Prambanan ke Stadion Kridosono. Tapi kami bersyukur proyek Bandung Bondowoso mampu kami wujudkan," kata Anas pada hari kedua konser JogjaROCKarta, Sabtu (30/9).

 

Anas menyinggung Bandung Bondowoso, sosok dalam legenda Candi Prambanan, karena harus memindahkan  panggung dan perlengkapan dari Candi Prambanan ke Stadion Kridosono dalam waktu satu malam yakni pada Rabu (27/9). 

 

Padahal pertunjukan dengan bintang utama grup rock legendaris Dream Theater itu telah siap 70 persen di Candi Prambanan. Pemindahan lokasi menyusul keberatan organisasi arkeolog yang menilai bunyi konser dapat merusak struktur candi.

 

Keberatan dari ahli arkeologi menjelang konser ini, menurut Anas, menjadi pembelajaran menyangkut regulasi penggunaan kawasan cagar budaya untuk konser, apalagi dengan bintang internasional.

 

Padahal, kata Anas, Candi Prambanan sebelumnya menjadi lokasi ajang musik internasional seperti jazz dan konser Soundrenaline yang mirip dengan pentas rock. Anas menilai alasan getaran suara yang merusak candi dari para arkeolog sangat tidak masuk akal.

 

"Mereka menyatakan kekuatan suara yang diperkenankan di Prambanan maksimal 60 desibel. Padahal angka itu adalah ambang  batas suara manusia. Jadi ini menyamakan saat berkunjung ke Prambanan tidak boleh bersuara," ujarnya.

 

Menurut Anas, jika regulasinya jelas,  pelaku industri kreatif seperti dirinya bisa menyiapkan segalanya dengan baik jauh-jauh hari.

 

Anas membandingkan, situs cagar budaya dunia seperti Pompei atau Colloseum bisa digunakan untuk konser bintang rock dunia seperti ACDC.

 

"Kami berharap regulasi ini keluar. Karena kami menargetkan ajang ini menjadi agenda tahunan dengan menghadirkan bintang rock dunia. Jika ada kesempatan, mereka bisa tampil di Prambanan. Ini menjadi ajang promosi bagi Indonesia," lanjutnya.

 

Namun dengan kendala itu Anas mengklaim 15.000 tiket  untuk dua hari konser terjual habis. Hari pertama ada 10.000 pengunjung dan 5.000 orang di hari kedua. Alhasil, penonton konser hari kedua tak seramai hari pertama.

 

Pada hari kedua, jadwal manggung Dream Theater dimajukan setengah jam dari pukul 21.00 WIB.  Sebelumnya  tampil band rock nasional macam Pas Band dan Burgerkill di panggung kedua.

 

Panggung utama tempat Dream Theater tampil didukung sistem suara berkekuatan 120 ribu watt. Sedangkan panggung kedua 100 ribu watt.

 

"Karena mepetnya waktu, personel Dream Theater tidak berkenan kami ajang keliling dan mereka tidak mengajukan permintaan yang aneh-aneh," kata Anas.


Reporter: Arif Koes Hernawan

Editor: Rosyid 

Rosyid
01-10-2017 09:46