Main Menu

Pemuda Asal Denpasar Ini Ciptakan Aplikasi Streaming Khusus Musisi Bali

Fahrio Rizaldi A.
23-10-2017 23:40

Putu Gede Putra Mahardika (GATRA/Abror/yus4)

Denpasar, Gatra.com - Karya musik independen atau yang populer disebut indie, mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan kesuksesan sejumlah musisi yang memilih jalur indie sebagai peruntungan mereka. Musisi seperti Payung Teduh, Star and Rabbit hingga solois pop jazz, Tulus, memilih jalur independen untuk mendistribusikan karya mereka. 

Pergerakan musik indie juga dirasakan di pulau dewata Bali, ratusan musisi independen Bali pun mulai menunjukkan eksistensi nya. Untuk mendukung perkembangan musik indie Bali, seorang pemuda asal Denpasar menciptakan sebuah aplikasi digital khusus straming musik indie Bali bernama Creamove.


Tercipta di Rumah Sakit

Adalah Putu Gede Putra Mahardika, pencetus aplikasi ini. Lelaki berusia 24 tahun itu mengaku Creamove tercipta karena kecintaannya terhadap musik indie Bali. "Saya membuat Creamove tahun lalu. Tepatnya satu Desember 2016," ujar Putra kepada Gatra.com saat ditemui di sebuah perhelatan musik indie di Denpasar, beberapa waktu lalu.

Saat itu, Putra sedang dirawat di rumah sakit, karena mengalami infeksi saluran jantung. Hanya terbaring di rumah sakit, rupanya membuat Putra jenuh. Untuk menghalau kebosanan, Putra mendengarkan lagu-lagu Indonesia dari aplikasi Spotify di ponsel pintar nya.

"Seminggu sebelum keluar rumah sakit, rasanya jenuh sekali. Saya dengarkan lagu-lagu Indonesia di Spotify. Tapi kok enggak ada musik indie dari Bali ya," ungkapnya. Dari situ lah tercetus ide untuk membangun sebuah aplikasi khusus musik indie Bali.

Diakses Ribuan Orang

Setelah keluar dari rumah sakit, Putra melanjutkan keinginannya untuk membuat aplikasi Creamove. Tak disangka, respon yang diterimanya pun positif. "Saya buat dulu website nya, Creamove, ternyata trafic nya lumayan bagus. Sebulan ada yang straming musik indie Bali, sampai 1500 pengunjung. Website ini isi nya band indie Bali semua, bahkan ada yang mendownload lagu," urainya.  

Setelah aplikasi Creamove rampung dikerjakan, para musisi indie baru pun bermunculan. Sebelumnya, tak banyak band indie yang mampu mempertahkan eksistensi nya di Bali. Hanya beberapa musisi Bali yang dikenal, di luar Navicula, dan Superman Is Dead.

Sebut saja legenda reggae Bali, Joni Agung and Double T, musisi pop rock, Nanoe Biroe dan grup metal etnis, Eternal Madness. "Tak disangka aplikasi ini mengundang band baru. Sampai sekarang sudah ada empat ratus band yang terdaftar di Creamove," terang Putra.

Ke depannya Putra berencana untuk menggelar agenda musik rutin, seperti panggung musik indie, dan talkshow musik independen. Putra juga sudah membentuk tim kratif untuk membangun channel tv streaming, Creamove TV.

"Perkembangan musik indie bali lumayan pesat, tahun 2017 ini sudah banyak yang mulai mengerluarkan rilisan fisik, dan menggelar tur ke luar daerah. Akhirnya mereka sudah mulai diapresiasi," tukas Putra.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Nur Hidayat

Fahrio Rizaldi A.
23-10-2017 23:40