Main Menu

Barasuara: Bermusiklah Sejak Dini

didi
30-10-2017 13:18

Jakarta, Gatra.com - Musisi sekaligus vokalis Barasuara, Iga Massardi mengatakan bahwa musik merupakan sebuah energi. Ia mengaku telah bermusik saat remaja. Dan pada masa itulah saat yang tepat untuk mengembangkan aktivitas bermusiknya.

“Musik berkaitan dengan energi dan inspirasi. Saya ingat ketika remaja saya punya kedua hal ini dalam porsi yang meledak-ledak. Tidak ada waktu yang terbaik untuk memulai bermain musik selain masa remaja. Ini adalah moment di mana mimpi seakan bisa melesat cepat dan ide-ide liar muncul dalam hitungan detik,” kata Iga Massardi dalam keterangannya kepada Gatra.com, Senin (30/10).

Pernyataan itu ia ungkapkan karena dirinya terlibat dalam ajang pencarian bakat Pucuk Cool Jam 2018. Keterlibatannya dalah sebagai juri. Dia bertugas menilai setiap karena karya yang masuk dalam kompetisi tersebut.

Iga Massardi mengatakan bahwa Pucuk Cool Jam 2018 adalah wadah yang tepat untuk membuktikan bakat bermusik dan kreativitas lainnya bagi remaja. Sebab dari masa itu banyak potensi yang kadang tidak tersalurkan.

"Secara keseluruhan Pucuk Cool Jam hadir sebagai wadah untuk itu semua. Sebuah kesempatan baik yang bisa digunakan bukan hanya sebagai pembuktian, tapi juga sebagai penentu langkah ke depan. Ajang Pucuk Cool Jam ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tapi siapa yang berhasil menemukan jalannya," jelas Iga Massardi yang merupakan putra budayawan Yudhistira ANM Massardi. 

Pucuk Cool Jam yang telah digelar sejak 2016 lalu itu memberikan wadah aspirasi dan kreativitas bagi talenta-talenta muda berbakat. Mereka yang memiliki minat besar terhadap seni, baik dalam bermusik maupun kreativitas seni lainnya berkesempatan ikut serta.

Pucuk Cool Jam 2018 akan mengunjungi kurang lebih dari 40 sekolah di wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Cirebon. Dengan memakai platform digital dalam pelaksanaannya, gelaran ini menggunakan audisi secara digital.

Mulai dari pendaftaran sampai dengan pengiriman materi lagu, berupa satu cover lagu musisi Indonesia maupun internasional yang mereka sukai. Tidak hanya itu saja, peserta juga diminta untuk secara bebas mengarransemen jingle Teh Pucuk Harum sesuai genre yang mereka pilih.

Penggunaan platform digital audition ini mempermudah anak-anak muda untuk mendaftarkan sekolahnya agar dapat dikunjungi oleh Pucuk Cool Jam 2018.

Pemenang juga berkesempatan tampil di Pucuk Cool Truck sebuah iconic truck dari mobiletrone yang telah dilengkapi dengan system audio serta layar LED sebagai special stage. Sekitar 10 band dan 10 ekstrakurikuler terpilih dari kegiatan Pucuk Cool Jam 2018 berkesempatan juga untuk unjuk kebolehan di puncak acara Pucuk Cool Jam Festival 2018.

"Pucuk Cool Jam mendukung dan mewujudkan generasi muda Indonesia yang kreatif, dinamis, berani dan berprestasi," ujar Juanita selaku Brand Manager Teh Pucuk Harum.

Selain kompetisi, Pucuk Cool Jam 2018 juga berupaya untuk mengembangkan skill bermusik para talenta-talenta muda. Caranya yakni melalui workshop dengan menggandeng SAE Institute Jakarta, lembaga terkemuka bertaraf Internasional dalam industri pendidikan media kreatif. Sinergi ini akan memberikan pelatihan skill bermusik dengan sesi yang lebih mendalam.

"Ini akan menjadi ajang bangkitnya kreativitas serta impian anak muda pecinta seni," ujar Nana Soedarmadji selaku Creative/Communication Director SAE Institute Jakarta.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Nur Hidayat 

didi
30-10-2017 13:18