Main Menu

The Rise of Java: Pentas Wisata Sejarah untuk Generasi Milenial

Rosyid
03-11-2017 23:07

Jumpa pers The Rise of Java di Yogyakarta. (GATRA/Arif Koes/AK9)

Yogyakarta, gatracom - Pertunjukan menarik yang menyajikan perjalanan sejarah bangsa bertajuk "The Rise of Java" akan ditampilkan di pelataran Candi Prambanan, Minggu (5/11). Pentas ini memadukan musik, peragaan busana, dan sendratari Ramayana dengan iringan World Peace Orchestra pimpinan Dwiki Darmawan.



"Konsep pertunjukan ini bagus dan jadi tantangan bagi saya karena selama ini saya hanya menangani musik, tapi sekarang bertanggungjawab juga dalam mengantarkan cerita dan lebih kolaboratif, " kata Dwiki saat jumpa pers di Hotel Royal Ambarrukmo, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (3/11).

Pagelaran ini dibuka dengan penampilan Sendratari Ramayana dan dilanjutkan dengan pertunjukan The Rise Of Java yang terbagi dalam empat babak.

Setiap babak melambangkan perkembangan peradaban di Nusantara dengan menampilkan peragaan busana dan musik yang mewakili tiap masa peradaban tersebut.

Pentas "The Rise of Java" menyuguhkan sejarah kain lurik menjadi pakaian khas masyarakat pedesaan Jawa. Bagian selanjutnya menceritakan fase kehidupan manusia yang dilambangkan melalui motif batik Jawa.

Sajian berikutnya menampilkan evolusi zaman kebaya dan motif batik yang dikenakan oleh peranakan Belanda dan Tionghoa pada masa penjajahan.

Pertunjukkan akan ditutup dengan menampilkan koleksi busana tradisional kebaya yang terinspirasi dari kemegahan dan kekayaan alam dan budaya Indonesia. 

Busana yang diperagakan dalam pertunjukan ini merupakan hasil karya perancang busana Afif Syakur dan Philiep Iswardono dari Yogyakarta, juga Didiet Maulana dan Lenny Agustin dari Jakarta.

Karya para desainer ternama tersebut akan dibawakan oleh 48 model dari Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.

Peragaan busana yang mengiringi kisah peradaban itu juga disemarakkan oleh lantunan para penyanyi yang mewakili keragaman Nusantara seperti Andien, Sruti Respati, Rafly Kande, dan Wizzy.

Seluruh rangkaian pertunjukan akan tampil megah dengan latar belakang Candi Prambanan di bawah bulan purnama. Pemilihan lokasi juga mendukung Program Desa Mandiri Lestari untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa di sekitar candi.

Pagelaran ini diharapkan dapat menjadi wisata sejarah dengan gaya baru yang menarik perhatian generasi milenial. "Karena Yogyakarta kota pelajar, kami juga menyediakan penjualan tiket secara online dan potongan harga khusus untuk mahasiswa," kata Tatit Primadi selaku perwakilan dari Gatra Media Group, penyelenggara acara ini.




Reporter: Arif Koes H
Editor: Rosyid

Rosyid
03-11-2017 23:07