Main Menu

Is Pamit, Grup Musik Payung Teduh Tetap Jalan

Fahrio Rizaldi A.
15-11-2017 18:26

Payung Teduh. (Antara/FB Anggoro/AK9)

Jakarta, Gatracom – Grup band Payung Teduh bakal ditinggal salah satu personelnya. Padahal, karier grup musik pop akustik ini boleh terbilang cemerlang. Dalam waktu singkat grup yang terkenal lewat lagu-lagu romantis itu telah menuai popularitas.


Sayang memang renacana hengkangnya Mohammad Istiqamah Djamad, sang vokalis. Terlebih lagu terbaru, Akad (2017) yang dirilis seketika menjadi tembang favorit anak muda.

Mundurnya Is, sapaan akrab Mohammad Istiqamah Djamad, terungkap usai tampil di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa (14/11) kemarin.

"Saya mundur (dari Payung Teduh). Sepertinya harus melewatkan secangkir teh dan obrolan panjang. Visi sudah beda, bukan karena perselisihan, tapi saya merasa Payung Teduh sudah kehilangan spirit berkarya," ungkap Is, di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat.

Awal mula rumor hengkangnya Is dari Payung Teduh justru dari media sosial. Pekan lalu, Is mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan dirinya berada di sebuah kapal di tengah lautan.

"Terkadang memang harus memilih. Kali ini saya memilih pamit. Izinkan?" tulis Is dalam keterangan foto itu.

Rilis Album Terakhir

Walaupun memilih mundur dari Payung Teduh, Is berjanji akan merilis album bersama Payung Teduh pada Desember mendatang.

Album ini akan menjadi karya terakhir Is bersama grup yang terkenal lewat lagu Angin Pujaan Hujan itu. "Keputusan ini tidak mengesampingkan janji kami untuk merampungkan album baru. Kami (diproduseri) KFC. Mereka (KFC) kali ini mau menerima musik kami tanpa mengatur segala hal tentang proses kreativitas," urai Is.

Setelah keluar dari Payung Teduh, Is masih tetap melakukan aktivitas di dunia seni. Dia ingin kembali ke dunia teater yang telah lama ditinggalkannya.

"Mereka (Payung Teduh) akan tetap jalan. Saya ingin bermusik lagi (di luar grup musiknya). Ini hanya perbedaan pandang dan menjalankan Payung Teduh. Saya ingin kembali ke alam lagi, menulis lagu lagi," jelasnya.

Menjalani profesi sebagai musisi, kata Is, terlalu menyita energinya. Hal ini tidak sesuai dengan cita-citanya sejak awal membentuk Payung Teduh.

"Bukan juga kami tidak bersyukur. Sudah saatnya bisa melakukan hal (kegiatan) off air (di luar panggung)," tandasnya.

"Tanggung jawab dan kontrak sampai 31 Desember. Saya ingin main teater lagi, menulis buku bersama istri," pungkasnya.

Payung Teduh sendiri terbentuk dari sekumpulan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang aktif di kegiatan teater dengan personel Alejandro Saksakame, Comi Aziz Kariko, Mohammad Istiqamah Djamad dan Ivan Penwyn. Mereka bermusik untuk kebutuhan teater dan dalam perkembangannya mendapatkan respon positif di luar panggung teater.

Album perdana mereka, Dunia Batas dirilis pada 2012 silam, diproduseri oleh musisi indie, Mondo Gascaro.

Pada tahun 2016 lalu, Payung Teduh merilis album hasil rekaman live bertajuk Live and Loud. Lagu teranyar mereka, Akad menuai sukses besar, setelah viral di media sosial, dan diputar di seluruh radio.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Arief Prasetyo

Fahrio Rizaldi A.
15-11-2017 18:26