Main Menu

JavaJive, dan Upaya Melestarikan Musik Indonesia

Fahrio Rizaldi A.
04-12-2017 18:56

Ilustrasi (Dok. Twitter)

Jakarta, Gatracom - Masih ingat JavaJive? Grup musik yang sempat ngetop di era 1990-an ini kembali hadir membawakan tembang lawasnya. Bagi penggemar musik di era 1990-an tentu tidak asing dengan band asal Bandung ini. Lagu-lagu seperti Gerangan Cinta, Sisa Semalam, dan Gadis Malam menjadi hits pecinta musik Tanah Air.


Kini, grup yang diawaki Capung (gitar), Noey (bass), Fatur (vokal), Dany (vokal), Edwin (drum), dan Tonny (keyboard) ini kembali merilis karya terbaru. JavaJive mencoba menghadirkan kembali lagu disco era 1970-an, Dansa Yo Dansa. Lagu ciptaan musisi senior Titiek Puspa ini sempat dipopulerkan oleh grup musik The Rollies.

"Ini momen spesial, karena tahun depan kami sudah 25 tahun. Bisanya grup musik meredup di usia ini, tapi kami merasa punya semangat baru," ujar Dany, sang Vokalis, Senin (4/12) di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Lestarikan Musik Indonesia
Menjelang usianya yang ke-25 tahun, JavaJive merasa perlu mengeluarkan sebuah karya yang spesial. Lagu Dansa Yo Dansa dinilai sebagai sebuah karya musik yang tak lekang waktu.


"Eyang Titiek sudah berusia 80 tahun dan masih aktif. Sebagai apresiasi, kami ingin membawakan karya-karya legendaris. Dansa Yo Dansa ini tak lekang waktu, jadi kami ingin memperkenalkannya kepada generasi muda," lanjut Dany.

Titiek Puspa sendiri mengaku tersanjung karyanya masih mau dibawakan musisi lain. Dia ingin lebih banyak lagi musisi yang melestarikan karya orisinil dari seniman Indonesia.

"Saya bahagia karena ada yang masih mau membawakan lagu saya. Lagu ini saya buat ala kadar nya, dan sangat sederhana, karena saya otodidak bermusik," urai musisi yang akrab disapa Eyang Titiek itu.
 
Kolaborasi Bersama Fariz RM
JavaJive mengajak musisi jazz kawakan Fariz RM dalam mengaransemen ulang lagu Dansa Yo Dansa ini. Walhasil, musikalitas yang disajikan untuk lagu ini pun menjadi semarak.
Nuansa musik dansa klasik, berpadu dengan nuansa musik pop jazz 80-an ala Fariz RM, dan musik pop 90-an, ala JavaJive.

"Setiap musisi punya selera masing-masing. Kami mewakili era 1990-an, dan Mas Fariz (RM) mewakili era 1980-an. Semoga perpaduan ini menarik," ungkap Noey, pemain bass JavaJive.

Sementara Fariz RM menilai bahwa kolaborasi ini mewujudkan pencapaiannya di bidang musik. Pelantun lagu Barcellona ini menganggap Titiek Puspa adalah seniman natural yang pantas untuk diteladani.

"Akhirnya kesampaian mengaransemen lagunya tante Titiek. Mungkin kelihatannya dia santai, padahal dari lagu-lagunya itu lah kelihatan bahwa tante Titiek itu nature born artist," tandasnya.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Arief Prasetyo

Fahrio Rizaldi A.
04-12-2017 18:56