Main Menu

Kejutan Pure Saturday di Konser Music in The Park

Dewi Fadhilah Soemanagara
20-01-2018 19:27

Konser Pure Saturday di Music in the Park, Bintaro Jaya Exchange. (Dok. Youtube/kharissj/FT02)

Banten, Gatra.com – Hentakan drum dan efek modulator yang menimbulkan suara gitar bergaung, membuka penampilan Pure Saturday pada konser pertama mereka di 2018, pada Jumat (19/1) di Grandlawn Bintaro Jaya Xchange Mall, Tangerang Selatan, Banten. Konser gratis ini dipadati pengunjung mall maupun penonton yang sengaja datang untuk nostalgia menikmati karya-karya Pure Saturday. Tidak hanya anak muda, terlihat para ibu membawa anak maupun bapak-bapak paruh baya yang turut menikmati konser musik ini.

 

“Labirin” adalah lagu pertama yang mereka bawakan, dari album “Utopia” tahun 1999 lalu. Tata pencahayaan panggung yang didominasi warna merah, biru, dan hijau seakan memainkan emosi penonton yang tak sabar melihat performa grup musik Indie Pop pertama di Indonesia asal Bandung tersebut.

Satrio (Iyo) pada vocal dan gitar akustik, Arief Hamdani (Arief) pada gitar, dan Ade Purnama (Ade) pada bass dan gitar membawakan belasan lagu dalam konser Music in The Park. Iyo tampak melompat-lompat dengan bersemangat dan mengajak penonton bernyanyi di penggalan reff atau bridge dari lagu-lagu yang mereka bawakan.

Grup musik yang terbentuk sejak tahun 1994 tersebut sempat vakum dan berganti vokalis karena Suar, vokalis sebelumnya, mengundurkan diri digantikan Iyo yang saat itu adalah manajer mereka. Lagu berikutnya, “Silence” juga dibawakan dengan apik dengan efek delay pada gitar yang mengajak penonton bernyanyi bersama.

Pada saat intermeso, Iyo mengatakan akan membagikan merchandise kaos bagi penonton yang mau bercerita soal lagu “Elora” dari Pure Saturday yang telah menginspirasi banyak penggemarnya untuk memberi nama anaknya Elora. Salah satu penonton bercerita bahwa lagu-lagu Pure Saturday menjadi lagu pengiring saat resepsi pernikahannya.

Menjelang penghujung penampilan mereka, Iyo memanggil salah seorang rekannya di kerumunan penonton untuk naik ke atas panggung. Marcell Siahaan, pelantun lagu “Semusim” dan “Firasat” tersebut lantas naik ke atas panggung, menyalami tiap personil Pure Saturday dan mengambil alih drum set. Menjadi drummer dadakan untuk lagu yang dibawakan beberapa menit kemudian, “Kosong”.

Kejutan ini tak ayal membuat penonton bersorak ramai. Pure People, sebutan bagi fans Pure Saturday, memang tak henti-hentinya bernyanyi bersama Iyo. “Temukan diri dalam dunia, tak terkira.. Semua mati dan menghilang, terlalu pagi.. Temukan arti,” demikian penggalan lirik lagu Kosong dari Pure Saturday.

Tidak tanggung-tanggung, usai konser, penonton yang berteriak “Lagi! Lagi” disambut oleh encore dari Pure Saturday dengan membawakan lagu Oasis “Don't Look Back in Anger”. Kembali para penonton diajak bernyanyi bersama sembari melambaikan tangan selaras dengan irama lagu.


Reporter : DFS

Editor: Rosyid

Dewi Fadhilah Soemanagara
20-01-2018 19:27