Main Menu

Grammy Awards Tak Mau Ketinggalan Gerakan #MeToo

Flora Librayanti BR K
29-01-2018 19:20

(AFP/Frazer Harrison, Valerie Macon, Frederick M. Brown/AK9)

New York, Gatra.com – Jika para artis mengenakan pakaian hitam pada helatan Golden Globes kemarin, para musisi di Grammy Awards memakai kostum serba putih untuk menyampaikan solidaritas mereka. Gerakan #MeToo yang berawal dari Hollywood adalah aksi protes atas kekerasan seksual terhadap perempuan.



Janelle Monae Robinson, 32 tahun, mengajak semua perempuan di industri musik untuk bersatu melawan aksi seksisme dan pelecehan seksual. “Kita datang dengan damai tapi kita tegas dalam bisnis,” sebut musisi yang lagunya “We are Young” itu sempat masuk nominasi Record of the Year Grammy Awards 2013.

Kesha lantas naik ke panggung dan menyanyikan baladnya yang penuh amarah, “Praying”. Dalam penampilannya, ia disertai pula oleh Cyndi Lauper, Camila Cabello, Julia Michaels, Andra Day, dan Resistance Revival Chorus. Semuanya kompak mengenakan putih dan bersama-sama menyanyikan lagu protes.

Kesha Rose Sebert yang tenar disebut Kesha itu memang menjadi simbol perlawanan terhadap kekerasan seksual. Pada 2014 lalu ia mengajukan tuntutan hukum terhadap produsernya, Dr. Luke, atas aksi perbuatan kasar selama bertahun-tahun. Belakangan, Dr. Luke, yang bernama asli Lukasz Gottwald, menuntut balik Kesha dan mengatakan cerita itu dibuat-buat untuk menghindari kontrak rekamannya.

Di panggung yang sama, Cabello tak lupa pula mengingatkan akan isu penting lainnya yakni tentang para imigran.

Grammy Awards 2018 diselenggarakan di New York pada Minggu, 28 Januari 2018 waktu setempat atau Senin, 29 Januari 2018 waktu Indonesia.





Editor : Flora L.Y. Barus


Flora Librayanti BR K
29-01-2018 19:20