Main Menu

Perkenalkan Philippe Gillet, Penggila Reptil Dengan Koleksi Buaya dan Ular Kobra

Birny Birdieni
22-09-2018 02:15

Pecinta reptil Philippe Gillet. (REUTERS/FT02)

Artikel Terkait

Coueron, Gatra.com- Sebuah rumah sederhana di Sungai Loire, kota Nantes, Perancis Barat disulap layaknya sebuah taman reptil. Di sana, ada  seekor ular kobra yang tinggal di  meja kopi.

 

Juga seekor aligator sepanjang dua meter ikut tidur di kasur. Sedangkan satu lainnya sedang mengawasi di ujung pintu.

Berjalan ke sekitaran taman, ada juga seekor kura-kura seberat 50 kg yang berkeliaran di sana. Semua itu menjadi sebagian binatang peliharaan penggila reptil Philippe Gillet yang sudah mengumpulkan lebih dari 400 koleksi hewan itu selama dua dekade.

Pria berusia 67 tahun itu memelihara hewan yang sebagian besar bagi orang akan mengundang rasa fobia. Seperti ular derik, tarantula dan kadal.

Bahkan Gillet menamakan kedua buaya,  Ali dan Gator. Keduanya diselamatkan dari sebuah peternakan kulit buaya.

Tetapi sebagian besar hewan peliharaan lainnya merupakan binatang yang tidak lagi disambut di tempat lain. Maupun telah ditinggalkan atau disumbangkan.

"Saya pikir tidak adil untuk memperlakukan hewan-hewan itu seperti apa yang kita lakukan, karena kita tidak memahami mereka," katanya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/9.

Sambil bercerita setelah memberi makan ayam kepada buaya-nya, Gillet mengatakan bahwa manusia tidak memahami mereka. "Kita membenci mereka, Kita pikir mereka mengerikan," ujarnya.

Tapi menurut Gillet, mereka bisa diberlakukan seperti halnya binatang peliharaan pada umumnya. "Ketika kita mengenal mereka, Anda bisa memanggil mereka, beritahu mereka untuk datang dan makan sesuatu misalnya,” ungkap dia.

Gillet mengaku kalau dia memiliki semua izin yang diperlukan untuk menjaga dan mengangkut hewan-hewan itu saat menjalankan roadshow untuk meningkatkan kesadaran orang akan reptil.

Dia bersikeras kalau penduduk setempat juga tidak keberatan dengan kebiasaan tetangganya itu. Mereka yang tidak biasa itu pun, secara teratur mampir untuk "bertetangga" dan minum kopi.

Sebab dalam bayangannya, mereka aman karena ular paling berbahaya itu disimpan di sebuah ruangan di belakang dua set pintu. Tetapi tidak demikian dengan pemadam kebakaran lokal.

Menurutnya, mereka harus lebih berhati-hati. Sebab mereka berada di bawah instruksi untuk tidak memasuki rumahnya dalam keadaan darurat.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
22-09-2018 02:15