Main Menu

Kemah Budaya untuk Pertama Kali Digelar di Purbalingga, Apa Saja Agendanya?

Hidayat Adhiningrat P.
10-10-2018 19:45

Kemah budaya digelar di Desa Onje Kecamatan Mrebet, Purbalingga antara 9-11 Oktober 2018. (Dok. Dinkominfo Purbalingga/re1)

Purbalingga, Gatra.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga menggelar acara Kemah Budaya untuk pertama kalinya. Kemah ini digelar di Desa Onje Kecamatan Mrebet, antara Selasa-Kamis, 9-11 Oktober 2018.

 

Kepala Seksi Cagar Budaya, Permuseuman dan Sejarah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga, Sudino mengatakan kemah budaya ini bertujuan untuk mengupas kebudayaan yang ada di Kabupaten Purbalingga.

“Termasuk kesenian, cagar budaya, dan sejarah yang ada di Purbalingga sehingga peserta kemah ini mengetahui dan mencintai kebudayaan yang ada di Purbalingga,” katanya.

Menurut dia, kemah budaya ini merupakan salah satu upaya pembinaan generasi muda khususnya aktivis gerakan pramuka agar lebih peduli budaya di lingkungan sekitarnya.

Selain itu, kegiatan kemah budaya juga sebagai metode pembelajaran bagi anggota pramuka penegak untuk merekrut dan membina anggota Satuan Karya (Saka) Widya Bakti Purbalingga.

Desa Onje sendiri terpilih sebagai lokasi perkemahan budaya karena dinilai memiliki banyak peninggalan sejarah dan cagar budaya. Peserta kemah budaya ini nantinya akan diajak menjelajahi berbagai situs dan mengeksplor cagar budaya yang ada di Desa Onje.

“Harapannya nanti generasi muda ini bisa mengenal dan mencintai sejarah yang ada di Desa Onje maupun yang ada di Kabupaten Purbalingga,” ujarnya.

Ia pun berpesan agar para peserta kemah budaya selama mengikuti perkemahan bisa mengenalkan kebudayaan yang ada di Purbalingga kepada teman sebayanya. Sekaligus, peserta ini bisa mengajak rekan-rekannya untuk ikut menjelajahi daerah cagar budaya maupun wisata budaya yang ada di Purbalingga.

Dia menerangkan, rangkaian kegiatan kemah budaya ini dimulai dari ceramah dan diskusi tentang cagar budaya dan sejarah desa Onje, mengenal adat, pakaian, kesenian, makanan dan lauk daerah Purbalingga.

Kemudian, asah terampil membuat wayang, membaca dan menulis huruf Jawa, dan pemutaran film kepurbakalaan. Di hari kedua peserta diajak menjelajah situs desa onje, lomba eksplorasi cagar budaya, dan lomba permainan tradisional.

“Untuk peserta merupakan utusan dari SMA/SMK/MA yang berasal dari 18 pangkalan dengan jumlah peserta putra 73 orang dan putri 73 orang,” ujarnya.

Plt. Kepala Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Subeno menyampaikan sebagai anggota pramuka penegak harus mampu membentuk pribadinya menjadi pribadi yang berkarakter dan mulia.

Apalagi saat ini pramuka sudah masuk ke dalam berbagai urusan dan semua lingkup kehidupan, oleh karena itu di dalam pramuka dikenal istilah satuan karya.

“Karena pramuka sebagai sebuah gerakan moral, gerakan dalam rangka untuk membentuk pribadi yang mulia dan berkarakter karena pramuka mempunyai kurikulum yang lengkap yang sudah masuk dalam semua ruang lingkup kehidupan,” ujar Subeno.


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
10-10-2018 19:45