Main Menu

Mengapa Cap Go Meh Manado Lebih Sepi dari Tahun Lalu?

Rosyid
12-02-2017 16:38

Manado, GATRAnews — Perayaan Cap Go Meh di Kota Manado Sabtu (11/2) berlangsung meriah, kendati pesertanya tidak sebanyak tahun lalu. Ribuan warga menyaksikan langsung kegiatan yang berlangsung di seputaran Kampung Cina, nampak terkesima dengan aksi para Tang Sin yang membacok tubuhnya berkali-kali dengan pedang.

Sekitar 3 Tang Sin beraksi dalam perayaan khas Tiongkok ini. Mereka berdiri di atas “tahtanya” berupa tempat sembahyang yang dipikul oleh sejumlah umat Tri Dharma. Tang Sin yang menjadi tubuh kasar persemayaman Roh Suci menusuk pipinya dengan besi pipih hingga tembus sebelah menyebelah. Tangan mereka memegang sebilah pedang yang berkali-kali dibacokkan ke punggung. Tapi uniknya, tidak nampak ada luka ataupun lelehan darah dari pipi maupun punggung mereka. Nampak asap dupa dan bendera berwarna hijau serta hitam dikibaskan di sekitar Tan Sin.

Ribuan orang dari Manado dan sekitarnya maupun luar daerah menyaksikkan aksi tersebut. Tak ayal, beberapa di antara mereka menutup mata karena merasa ngeri. “Aduh saya sampai bergidik melihat pipinya ditusuk dengan besi sampai tembus ke sebelah,” ujar Eva Aruperes, perempuan asal Amurang Minahasa Selatan yang datang langsung menonton Festival Cap Go Meh.

Perayaan tahun ini hanya diikuti beberapa kendaraan hias milik sejumlah kelenteng dan lembaga termasuk Pemerintah Kota Manado. Dari informasi yang dihimpun, minimnya peserta lebih disebabkan Kelenteng Ban Hin Kiong, tempat sembahyang tertua milik umat Tri Dharma di Manado hanya menyelenggarakan kegiatannya di lokasi dalam kelenteng. Sekalipun begitu, antusias warga melihat langsung parade Cap Go Meh tetap tinggi sejak siang hingga petang hari.

Sementara atraksi lainnya berupa kendaraan hias yang memamerkan figur-figur Suci yang dipercayai sebagai dewa-dewinya penganut Tao. “Berharap supaya perayaan seperti ini berkontinyu setiap tahun, ini sekalian menandakan Manado adalah kota pluralis yang terbuka menerima semua kepercayaan dan berbagai budaya,” kata Julkifli Madina, warga Manado di lokasi Cap Go Meh.




Reporter: Ady Putong
Editor: Rosyid

Rosyid
12-02-2017 16:38