Main Menu

Ratusan Wisatawan Saksikan Malean Sampi di Lombok

Rosyid
20-02-2017 17:41

Mataram, GATRAnews - Limapuluhan pasang sapi digeber di tanah berlumpur. Suara teriakan para joki bersahutan-sahutan memaksa sapi berlari lebih cepat. Tak peduli hujan deras mengucur, lomba terus berlanjut hinga siang menjelang sore. Yang teripikir adalah kegirangan, sapinya bisa berlari setengah kecang meski langkahnya tersendat lumpur dari tanah bongkahan selepas petani membajak sawahnya.

Sementara silih berganti ratusan wisatawan yang berasal dari Malaysia, Singapore, Thailand, Jepang dan India serta wisatawan domestik asal Jakarta Bandung, Jawa Tengah dan Surabaya. Wisatawan ini silih   berganti turun dari tiga bis yang ditumpangi dari salah satu travel di Mataram.Kedatangan ratusan wisatawan ini dikemas dalam sebuah kegiatan  Fam Trip Lombok Wisata Halal.

Atraksibudaya ini sendiri berlangsung Senin (20/2) di area Malean Sampi Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, NTB.

Kepala Desa (Kades) Nyur Lembang, H.Warti Asmunadi mengungkapkan, Malean Sampi merupakan atraksi budaya hiburan rakyat secara masal yang digelar setiap tahunnya. Gelaran ini serupa tapi tak sama dengan Karapan Sapi di Madura. Di Madura, katanya karapan sapi berlaga di tanah lapang yang kering dan sedikit berdebu. Namun sebaliknya di Lombok Barat, Maleaan Sampi (mengejar sapi, red) dilaksanakan di tanah sawah berlumpur dan sepasang sapi dihiasi berbagai ornamen keindahan yang menark hati. "Selain kecepatan sapi juga faktor penilaian estetika, dan daya tarik seni menjadi unsur penilaian tambahan yang tak bisa diabaikan," terang Kepala desa dua periode ini.

Menurut Kades dua periode ini, atraksi budaya Malean Sampi harus terus digelorakan, jangan sampai punah tergerus budaya luar, Untuk itu, bersama seluruh masyarakat Desa Nyur Lembang, terus berjuang melestarikan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. "Malean Sampi ini khas. Malean Sampi ini punya akar sejarah dan maksud tertentu", ujarnya.

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid mengemukakan terkait kebutuhan warganya akan lahan untuk atraksi, Bupati nampaknya serius menanggapi. Namun masalahnya, ada dan tidak adanya lahan yang strategis untuk dimanfaatkan. “Kalau ada lahan pemda silahkan pakai, saya tinggal tanda tangan,” tantangnya menimpali masukan Kades Nyurlembang.

Ketua panitia penyelenggara, Huzairin menjelaskan atraksi Malean Sampi kali ini diikuti oleh 50 pasang sapi. Peserta berasal dari kecamatan Narmada dan Lingsar. Secara khusus, kata Huzairin, kegiatan Malean Sampi kali ini, sebagai bentuk suguhan hiburan kepada para tamu yang tergabung dalam Fam Trip Lombok Wisata Halal.




Reporter: Hernawardi

Editor: Rosyid

Rosyid
20-02-2017 17:41