Main Menu

Wisman Swiss Habiskan 3 Bulan di Indonesia

Bernadetta Febriana
10-11-2017 17:33

Duta Besar Indonesia untuk Swiss, Linggawaty Hakim (GATRA/Flora libra Yanti/yus4

Artikel Terkait

Bern, Gatra.com - Durasi tinggal wisatawan Swiss di Indonesia melampaui target pemerintah. Sebelumnya pemerintah Indonesia merencanakan durasi kunjungan satu bulan bagi wisatawan asal Swiss ketika memberikan kebijakan bebas visa bagi wisatawan mancanegara asal Swiss.

"Saat ini durasi rata-rata wisman Swiss di Indonesia itu mencapai tiga bulan," jelas Duta Besar Indonesia untuk Swiss, Linggawaty Hakim ketika ditemui di kediamannya pada Rabu (10/11/2017).

Data menunjukkan saat ini rata-rata jumlah kunjungan wisman Swiss ke Indonesia per tahun sekitar 50 ribu orang. Destinasi wisata favorit mereka masih Bali. Meski demikian, semakin banyak wisman Swiss yang tertarik berkunjung ke Lombok.

"Karena mereka kalau sudah ke Indonesia, tidak mau tinggal di Bali hanya tiga hari seperti turis domestik. Mereka betul-betul ingin menikmati. Belum lagi wisata ke Lombok. Ini destinasi yang menarik buat mereka sekarang. Kita punya potensi yang sangat luas," jelas Lingga.

Ekonom Universitas Indonesia, Faisal Basri mencatat bahwa pengeluaran per kapita rata-rata wisman asal Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia rata-rata berada di angka US$1.000-US$2.000. Bandingkan dengan pengeluaran wisman Cina yang hanya US$900-US$1.000.

"Selama dua tahun terakhir, pengeluaran wisman ketika berlibur di Indonesia terus turun. Secara kuantitas memang ada peningkatan kunjungan, tetapi secara kualitas justru pengeluaran mereka turun,” ujar Faisal.

Faisal menilai penurunan pengeluaran wisman tersebut bersumber dari tingginya kunjungan wisman Cina selama dua tahun terakhir. Itulah sebabnya ia mendorong agar pemerintah mengubah strategi agar lebih banyak membidik turis asal Eropa.

Di Swiss ini salah satu yang memiliki biaya hidup paling mahal. Ketika mereka melihat biaya hidup di Indonesia menjadi cukup atraktif untuk tinggal lama," pungkas Lingga.


Reporter : Flora Libra Yanti

Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
10-11-2017 17:33