Main Menu

Lokasi Wisata Ini Bisa Jadi Pilihan Menghabiskan Malam Pergantian Tahun

Hendri Firzani
30-12-2017 17:44

wisatawan lokal menikmati hidangan di Waroeng Damandiri di Desa wisata Selo (GATRA/HF)

 

Boyolali, Gatra.com - Bermacam-macam cara orang menghabiskan malam pergantian tahun. Dari mulai 'Nongkrong' dan menikmati musik di kafe-kafe, berkumpul di pusat-pusat keramaian hingga berlibur ke luar negeri. 


Namun, di antara banyak pilihan itu, menyaksikan terbitnya matahari awal tahun di atas puncak gunung mungkin bisa menjadi pilihan yang menarik. Suasana puncak gunung yang sepi, juga bisa menjadi tempat melewatkan 'malam terlama' dalam setiap tahun untuk merefleksi dan berkontemplasi.

Tapi, bagi anda yang tak ingin bercapai-capai mendaki gunung, menikmati suasana gunung juga bisa dilakukan dari sejumlah lokasi terdekat dari puncak gunung. Salah satu lokasi yang kini menjadi favorit para wisatawan yaitu di desa wisata Selo, Boyolali.

Selo merupakan kawasan wisata yang menyuguhkan pemandangan alam serta hawa sejuk khas pegunungan. Terletak di lembah gunung Merbabu dan kaki gunung merapi, Selo berada kurang lebih 20 km arah barat dari pusat pemerintahan Kabupaten Boyolali atau satu jam perjalanan dari Kota Solo.

Kawasan Selo juga bisa dicapai dari kota Magelang melalui jalur barat lewat kecamatan Sawangan, Magelang. Bagi pendaki gunung, Selo dikenal sebagai gerbang masuk ke kawasan Gunung Merapi maupun Gunung Merbabu.

Dari Selo, kedua Gunung yang terbilang masih aktif ini menyuguhkan panorama indah yang luar biasa. Ada beberapa spot untuk menikmati pemandangan tersebut. Di antaranya menara pandang Gancik, di lereng merbabu. 

Untuk menginap, anda juga tak perlu susah. Di dekat menara pandang tersebut berdiri sejumlah Homestayi Damandiri milik masyarakat desa sekitar. Homestay yang didirikan oleh Yayasan Damandiri tersebut bisa diakses melalui aplikasi reservasi Airbnb dan website homestaymerapi.com

Harga yang ditawarkan homestay Damandiri tersebut juga sangat murah, yaitu hanya Rp100 ribu per kamar per malam atau Rp 50 ribu per orang jika menginap beramai-ramai.  Saat Gatra.com berkunjung ke sana, senin pekan lalu, seluruh kamar homestay dipenuhi wisatawan.

Menurut Soleh, salah satu pemilik dan pengelola Homestay Damandiri, di hari-hari libur, homestay selalu dipenuhi wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.  Oleh karena itu, ia menyarankan pengunjung yang hendak datang, sudah memesan dari jauh-jauh hari.

 

Kelebihan lain dari homestay damandiri yaitu tersedianya waroeng Damandiri yang bisa menjadi spot tersendiri untuk menikmati pemandangan gunung Merapi. Waroeng yang layknya cafe itu, menjadi tempat nongkrong sambil menikmati sajian khas masyarakat setempat seperti tempe goreng dan kopi seduh. 

 


 

Editor : Hendri Firzani

Hendri Firzani
30-12-2017 17:44