Main Menu

Yogjakarta Gelar Festival Budaya Tionghoa

Arif Prasetyo
27-02-2018 12:55

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) (Dok.Kemenpar/RT)

Yogyakarta, Gatra.com - Jika anda sedang berada di Yogjakarta, atau berencana ke Yogjakarta, tak ada salahnya mengunjungi kawasan Malioboro. Di kawasan yang terkenal dengan kawasan pertokoan yang menjual cendera mata khas Yogjakarta itu, sedang punya acara khusus. Yaitu, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY). 

 

Acara yang telah digelar ke-13 kalinya itu berlangsung di tiga tempat. Yakni, Malioboro, Kampung Ketandan, dan Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta.


Event yang berlangsung 24 Februari hingga 2 Maret, diisi dengan berbagai acara. Di antaranya food bazaar, fortune teller, konsultasi feng shui atau hong shui, atraksi barongsai, wayang PoTay Hee, kirab budaya, dan masih banyak lagi.

Namun, event yang menjadi rangkaian perayaan Imlek ini menghadirkan sejumlah hal baru. Mulai dari ondel-ondel hingga taman lampion.
"Gendawangan atau ondel-ondel adalah hal baru di PBTY 2018," ujar Gutama Fantoni, staf humas dan publikasi PBTY, dalam pesan tertulis, Senin (26/2).

Hal baru lainnya adalah lampion. Tema yang diangkat di taman ini adalah Imlek Light Festival. Taman lampion bisa dijumpai di Jalan Ketandan, selama PBTY berlangsung.  "Taman lampion digelar di lahan yang belum dimanfaatkan, yaitu bekas Hotel Ketandan. Kami nego biar bisa dipinjamkan. Jadi, mengisi halaman 2.000 meter persegi," katanya.

Fantoni menjanjikan pengunjung taman lampion nantinya bisa swafoto mulai senja hingga tengah malam di sana. Lokasi loket penjualan tiket berada di timur taman. Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, didampingi Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Wawan Gunawan, mendukung kegiatan ini.

"Event ini bagus untuk melestarikan perayaan Imlek, terutama untuk mereka yang merayakan," tutur Pitana. Menurutnya, event ini sangat tepat untuk menjaga dan melestarikan budaya Tionghoa. "Ini membuktikan budaya Tionghoa bagian dari kekuatan bangsa," katanya.

Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa, Wawan Gunawan menambahkan, pelaksanaan PBTY sangat kompak. "Sebenarnya, PBTY sudah berjalan dari tahun ke tahun. Juga dilakukan oleh komunitas yang sangat kompak. Buktinya, dalam penyelenggaraanya sudah cukup dengan biaya mereka sendiri," tutur Wawan.


"Namun mereka mengharapkan acara ini masuk dalam calender of event nasional Pariwisata. Kemenpar sudah dua tahun berturut-turut mendukung promosi kegiatan ini. Acaranya sendiri sudah besar karena melibatkan jumlah komunitas yang sangat besar, dipromosikan Kemenpar sehingga menjadi semakin besar," sambungnya.



Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan dukungannya untuk event ini. Menurutnya, PBTY tidak akan sukses tanpa komitmen kepala daerah.
"Komitmen Gubernur, Bupati, dan Walikota itu menentukan 50% kesuksesan daerah dalam membangun sektor pariwisata," jelasnya.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
27-02-2018 12:55