Main Menu

Menpar: Recovery Bali Membaik, Target Wisman On The Track

didi
03-03-2018 19:10

Pagelaran kesenian di area Patung Catur Muka Denpasar Bali(GATRA/Erry Sudiyanto/re1)

Jakarta, Gatra.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali pada Februari akan kembali normal. Pemenuhan target sebanyak 17 juta wisman tahun ini pun masih dinilainya on the track.

Proyeksi recovery Bali Februari ini diperkirakan akan mencapai 90% dimana arus wisatawan mancanegara mencapai 450 ribu orang. Dengan demikian masih defisit sebanyak 50 orang pengunjung. "Kondisi normal itu cukup kompetitif. Saat ini prosesnya terus dipercepat," ungkapnya dalam keterangannya kepada Gatra.com, Sabtu (3/3).

Bagi pariwisata Indonesia, posisi Bali sangat penting. Berdasarkan data Badan Pusat Stastistik (BPS), jumlah wisman berkunjung ke Bali Januari lalu mencapai 345,2 ribu orang. Jumlah ini naik 11,55% dari Desember saat Bali masih terdampak erupsi Gunung Agung. Sehingga jumlah wiman ketika itu hanya 309,4 ribu orang.

BPS menyebutkan, Januari 2018 jumlah wisatawan turun 6,17% menjadi 1,04 Juta orang. Angka tersebut turun dibandingkan periode sama 2017 lalu yang mencapai 1,11 Juta. Dari data itu, jumlah wisatawan Malaysia cukup dominan sebesar 16,45% atau mencapai 1,04 Juta,. Disusul dari Timor Leste ada 12,43% baru Tiongkok sebanyak 9,8%. Daftar berikutnya Australia, yakini 9,43% dan Singapura mencapai 9,42%.

Adapun tingkat penghunian kamar hotel sepanjang Januari mencapai 51,91. Jumlah itu naik 1,25 point dari tahun lalu yang sebesar 50,66. Rata-rata lama menginap menjadi 2,02 hari atau naik 0,08 point dari tahun lalu.

Arief mengingatkan, pariwisata Indonesia terutama Bali sangat membutuhkan citra positif. "Ini yang terus kami bangun dan kami berharap masyarakat ikut berperan aktif di sini," ia menegaskan.

Menurut Arief, semakin membaiknya recovery di Bali pasca-erupsi Gunung Agung menjadi kunci yang dapat mendatangkan kembali wisatawan mancanegara. “Di Januari, kunjungan wisman mungkin belum maksimal dengan recovery Bali baru 70%,” katanya. 

Berbagai upaya pemulihan kondisi Pulau Dewata pun terus ditempuh. Salah satunya adalah dengan menggelar "Tourism Development Corporation (ITDC)", yakni gelaran "Diplomatic Tour" pada 23-25 Februari lalu. 
 
Dengan melihat secara langsung kondisi Bali, para diplomat tersebut diharapkan dapat menyampaikan ke negaranya kalau Bali sudah aman. Rute Diplomatic Tour tersebut meliputi Karangasem, Gianyar, Bangli, hingga Nusa Dua. 

“Bali harus dipulihkan dahulu. Ada banyak cara yang dilakukan untuk recovery Bali. Branding terus dilakukan. Biasanya promosi Bali dan destinasi lain itu satu paket," ungkap Arief menegaskan.

Formulasi lain yakni memanfaatkan kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK). Regulasi ini mampu mengatrol rata-rata jumlah kunjungan hingga 13,9%. Namun, pemberlakuan formulasi ini tidak berlaku menyeluruh. Negara dengan jumlah kunjungan wisman yang rendah, status BVK dikembalikan ke Visa on Arrival (VOA).
 
“Ada banyak strategi yang akan kami terapkan. Semua untuk menarik jumlah kunjungan wisatawan secara menyeluruh. Kami juga fokus ke destinasi pariwisata lainnya. Yang jelas, ada beberapa catatan positif dan menarik dari BPS,” terang Menteri asal Banyuwangi tersebut.


 
Reporter: Didi Kurniawan
Editor : Birny Birdieni

didi
03-03-2018 19:10