Main Menu

Menikmati Lintas Budaya Solo – Yogyakarta  Dalam Dua Hari  

Rosyid
10-03-2018 14:05

Perjalanan Mitsubishi Xpander dari Solo ke Yogyakarta. (Dok.MMKS/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Sebagai mobil keluarga, Mitsubishi Xpander dirancang agar memberikan akomodasi terbaik disemua jenis jalan.  Bukan hanya jalan  mulus kota besar tapi juga jalan-jalan  di pedesaan.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI)  merancang perjalanan  dari Solo ke Yogyakarta (6-7 Maret) untuk melihat sisi lain kemampuan Xpander. Rute yang ditempuh kombinasi jalur pedesaan dan kota yang padat melewati spot budaya dan kuliner khas setempat.

Perjalanan dimulai dari Bandara Adi Sumarmo Solo  yang secara administratiif terletak di Kabupaten Boyolali. Tujuan hari pertama adalah pusat kerajinan gerabah Kasongan,  Bantul, DI Yogyakarta.  Alih-alih melewati rute utama dengan jalan mulus, MMKSI mengajak peserta melewati rute pedesaan dan perbukitan.

Selepas kota Solo yang indah dan rapi,  perjalanan mulai memasuki kawasan pedesaan. Jalan menyempit dengan lalulintas sepeda motor yang padat. Permukaan jalan tidak semulus di kota. Beberapa lobang mulai menguji sistem suspensi. Selain permukaannya tidak mulus, perjalanan ini cenderung berkontur naik turun.

Dibalik kemudi, Gatra.com  merasakan bahwa efek limbung/body roll sangat minimal. Padahal bantingan suspensinya bisa dibilang empuk.  Secara teori, mobil dengan ground clearance tinggi  (Xpander memiliki ground clearance 205mm) plus suspensi empuk cenderung limbung saat melaju.  Mobil yang limbung tidak nyaman bagi  penumpang didalamnya.  Nah apa rahasianya sehingga Xpander tidak limbung?

Menurut Rifat Sungkar pembalap nasional yang juga menjadi brand ambassador Mitsubishi,  Xpander meminjam  tata letak sistem suspensi (geometri) sports car Mitsubishi Lancer Evo X.  “Jadi yang diambil dari Evo X adalah geometry-nya bukan  shock breaker-nya,”tegas Rifat.    Menurut Rifat  titik duduk top mount, bentuk arm dan titik knuckle Xpander dan Evo X sama. Geometry sasis sangat menentukan handling dan kenyamanan mengemudi bukan kenyamanan bantingan.

Selain itu, yang tidak banyak diperhatikan orang, kata Rifat, adalah  jarak antara roda kiri dan kanan yang cukup lebar. “Ketika mobil lebar,  handlingnya bagus. Shock ditinggiin dan empuk, itu bisa dianulir dengan lebar antar roda  dan geometry titik suspensinya. Jadi handling-nya  positif tapi shock breaker-nya empuk,“ tambahnya.

Xpander menggunakan transmisi McPherson Strut di bagian dengan dan torsion beam dibagian belakang.  Shock absorber valve depan dan belakang dirancang khusus dengan respon cepat sehingga membantu kendaraan melaju stabil.

Karakter suspensi yang empuk tapi tidak limbung menjadi kunci utama kenyaaman penumpang Xpander. Ditambah ruang interior yang lapang –terbaik dikelas LMPV-  plus bagasi yang cukup untuk membawa keperluan keluarga. Salah satu nilai plus adalah ruang kepala.  Data yang diberikan Mitsubishi,  headroom untuk baris pertama  105mm, baris kedua 86mm dan baris ketiga  89mm. Sedangkan kursi-kursinya bisa diatur serara manual untuk menghasilkan ruang kaki yang pas.

 Sandaran kursi dibaris kedua diracang dengan pembagian 60:40  dan sadaran kursi baris ketiga 50:50 .  Hal ini memudahkan pengaturan konfigurasi kursi  dan bagasi.  Dengan pengaturan seperti ini, barang-barang berukuran panjang juga bisa diangkut. Atau melipat kursi hingga rata untuk membawa oleh-oleh  dalam  volume besar. 

Untuk mengakomodasi kebutuhan angota keluarga saat berwisata,  Xpander dilengkapi dengan banyak tempat penyimpanan barang. Mulai dari tempat botol, cup holder hingga kantong disandaran kursi. Nilai plus lain adalah power outlet yang ada disetiap baris kursi.

Salah satu keunggulan yang terasa dalam perjalanan Solo –Jogjakarta adalah ruang yang senyap. Kombinasi bahan penyerap dan peredam suara di struktub body berhasil menciptakan ruang interior yang nyaman untuk ngobrol maupun untuk mendengarkan music.  Saat hujan deras jatuh, suara berisik hanya datang dari kaca depan. Sementara dari langit-langit nyaris tidak terdengar.

Selepas makan siang tiba di desa Kasongan Bantul, Yogyakarta, tepatnya di kediaman pak Tukijo. Pak Tukijo salah satu pionir yang mengubah desa Kasongan dari pembuat gerabah rumah tangga menjadi penghasil barang kerajinan terakota yang bernilai seni.  Saat itu desa Kasongan masih terpencil, akses jalan juga masih jalan batu sehingga tidak banyak pengunjung yang datang.

Proses transisi itu terjadi mulai tahun 70-an, ketika turis-turis bule mulai berdatangan ke desa itu. "Mereka memesan gerabah dengan membawa desain sendiri, kami tinggal bikin. Saat itu kami dibina oleh pemerintah juga seniman seperti Alm Sapto Hudoyo dan dr Suliantoro," katanya.  

Dalam perjalanannya pak Tukijo bersentuhan dengan teknologi cetak yang diajarkan guru dari Jepang. Dengan teknologi cetak ini, produk yang dihasilkan lebih cepat, ketebalan dinding terakota seragam, demikian pula dengan standar kualitasnya.  Sekarang teknik itu sudah dipakai oleh banyak perajin di Kasongan 

Transmisi 4-speed otomatis  membuat perjalanan menjadi lebih santai. Transmisi ini dilengkapi dengan fitur Overdrive yang berguna dikecepatan tinggi maupun rendah.   Peforma mesin empat silinder 1,5 liter dengan teknologi MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve TimingElectronic Control) bisa menghasilkan tenaga maksimal 105 hp dan  torsi 141 Nm/4000 rpm mencukupi untuk perjalanan wisata ini.

Kinerja sistem penggerak ini ditantang saat berwisata ke Bukit Breksi, di Sambirejo, Prambanan, Sleman pada hari kedua.  Lokasi wisata  yang daerah perbukitan tidak menyulitkan Xpander mendaki.  Transmisi tinggal di geser  dari D ke posisi L.  Tidak perlu lagi menekan pedal gas dalam-dalam.   Selanjutnya sistem komputer mobil akan menjaga gigi berada pada level paling optimal untuk mendaki  dengan tetap menjaga efisiensi bbm terbaik.  

Usai dari Bukit Breksi, perjalanan dilanjutkan ke pantai Parang Tritis menikmati deburan ombak pantai selatan.Perjalan hari kedua diakhir dengan makan malam di Bale Raos yang merupakan dapur Kraton Yogyakarta. 

Sebagai pendatang baru di segmen paling gemuk di Indonesia,  Xpander berhasil menghadirkan kendaraan yang nyaman untuk keluarga dalam kondisi jalan apapun.


Editor: Rosyid

Rosyid
10-03-2018 14:05