Main Menu

Indonesia Memiliki Potensi Besar sebagai Destinasi Halal Tourism

Annisa Setya Hutami
11-04-2018 19:50

Menteri Pariwisata, Arief Yahya saat acara peluncuran Studi GMTI 2018.(Dok. Kemenpar/re1)

Jakarta, Gatra.com - Indonesia meraih peringkat dua dalam kategori Destinasi Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Teratas. Peringkat pertama diraih oleh Malaysia.

 

Hasil ini berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018. Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya mengatakan optimis pada 2019, Indonesia akan berada di peringkat pertama.

"Halal tourism Indonesia mencakup beberapa aspek seperti akses, komunikasi, lingkungan dan pelayanan. Saat ini 80 % hotel di Indonesia menuju halal. Seharusnya kita bisa berada di peringkat pertama. Jadi, 2019 target ada di urutan pertama ," katanya pada acara peluncuran Studi GMTI 2018 pada Rabu (11/4) di Hotel Pullman.

Arief menuturkan wisatawan asing terbanyak yang datang ke objek wisata nusantara berasal dari Tiongkok. Selanjutnya disusul oleh Singapura, Malaysia, Australia dan Jepang. Akumulasi kedatangan wisatawan Eropa berada pada urutan ke dua.

"Banyak wisatawan Tiongkok yang datang ke negara kita. Sebagian besar tujuannya ke Bali. Namun tidak menutup kemungkinan ke daerah yang lain juga," ucap Arief.

Menurutnya destinasi terlaris masih dipegang oleh Bali. Namun Kementerian Pariwisata sedang gencar mempromosikan daerah Lombok sebagai destinasi halal tourism.

Kemudian Sumatra dan Aceh juga termasuk provinsi yang ditargetkan mengalami peningkatan jumlah wisatawan.

Menurut Fazal Bahardeen, CEO CrescentRating & HalalTrip, pihaknya kini kami mulai melihat dampak positif dari investasi dan komitmen negara-negara destinasi wisata di seluruh dunia seperti Indonesia, Singapura, Jepang dan Taiwanterhadap pasar wisata muslim.

Hal ini menghasilkan perubahan peringkat yang signifikan. "Mereka menggunakan data serta wawasan dari laporan GMTI tahun-tahun sebelumnya," ujar Fazal.


Reporter: Annisa Setya Hutami
Editor : Mukhlison

Annisa Setya Hutami
11-04-2018 19:50