Main Menu

Ketika Soto Ayam Menghangatkan Dinginnya Kota Moskow

Bernadetta Febriana
28-04-2018 14:48

Koki Rumah Makan Grabli, Moskow menghidangkan soto ayam. (GATRA/Bernadetta Febriana/FT02)

Artikel Terkait

Moskow, gatra.com - Warga Moscow, Rusia, mulai Sabtu ini (28/04) bisa mencicipi beberapa jenis makanan Indonesia yang dijual di Rumah Makan Grabli di ibukota Republik Federasi Rusia tersebut. Selama 3 pekan ke depan, Festival Kuliner Indonesia akan berlangsung di 8 jaringan rumah makan itu.

Saat membuka Festival Kuliner Indonesia Jumat (27/04) malam lalu, Rozhnikovsky Alexander, menyatakan bahwa dalam 3 pekan ke depan, rumah makannya tidak hanya akan menyediakan berbagai menu masakan Indonesia, tapi juga akan memasang beberapa pernak pernik budaya Indonesia seperti gamelan, dengan tujuan supaya masyarakat Rusia bisa lebih mengenal Indonesia. "Ini adalah simbol pertemanan dan kerjasama antara Indonesia dan Rusia, dari sisi people to people contact, yang selama ini sudah berlangsung dengan baik,"ujar Direktur Komersial Grabli ini.

Satu rumah makan Grabli, lanjut Alexander, setiap harinya dikunjungi lebih dari 2000 orang dari pagi hingga malam. "Jadi bisa diperkirakan dengan 8 cabang yang tersebar di seluruh Moskow, sekitar 20 ribu orang punya kesempatan mengenal dan mencicipi makanan Indonesia," katanya.

Ada sekitar 10 makanan Indonesia yang akan dijual di setiap Rumah Makan Grabli, diantaranya, lumpia, urap sayur, soto ayam, sate ayam hingga semur daging. Setiap harinya, sekitar 4-5 menu itu secara bergantian akan ditawarkan kepada masyarakat Moskow.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia, Wahid Supriyadi menyampaikan bahwa sebenarnya ini adalah festival kuliner Indonesia ketiga yang pernah dilaksanakan di Moskow. "Hanya saja, ini adalah yang terbesar dan massal mengingat jumlah pengunjung rumah makan ini," ujarnya.

Makanan yang dihidangkan pun, lanjut Wahid, adalah hasil masakan para koki di Grabli yang sudah mendapatkan pelatihan khusus dari beberapa chef Indonesia yang didatangkan dari Belanda. "Dilatih selama seminggu oleh 4 orang chef Indonesia dan dimasak dengan cara tradisional Indonesia," ujar Wahid di hadapan tamu undangan seperti Dubes dari beberapa negara ASEAN di Rusia dan juga media Rusia.


Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
28-04-2018 14:48