Main Menu

Menjelajah Taman Wisata Alam Posong

Birny Birdieni
29-04-2018 07:50

Taman Wisata Alam Posong di desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Temanggung. (Dok. Pemkab Temanggung/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengangkat kedua jempolnya, berpose mesra bersama sang isteri Atikoh. Di latar belakang mereka ada huruf LOVE besar-besar. Ia mengunggah foto tersebut ke @ganjarpranowo, akun instagramnnya dengan pesan "Selamat akhir pekan. Jangan lupa bahagia :)".

 

Foto itu disebutkan sempat viral akhir tahun lalu. Saat itu keluarga Ganjar memang sedang bertamasya ke Taman Wisata Alam Posong di desa Tlahap di Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Belakangan Posong memang makin populer dan terhitung destinasi wisata baru di Jawa Tengah.

 

Taman alam ini baru mulai dibuka pada 2015 lalu. Ia berlokasi di lereng gunung Sindoro. Ini membuat suasana Posong berhawa sejuk dan sangat cocok untuk menghabiskan akhir pekan. Tiket masuknya juga murah hanya Rp 10.000 per orang.

 

Daya tarik utama Posong memang keindahan alamnya. Taman wisata alam ini bahkan dinilai sebagai salah satu spot terbaik untuk menikmati pemandangan mahahari terbit di Jawa Tengah, tidak kalah dengan bukit Sikunir di Dieng atau Puntuk Setumbu di kawasan Candi Borobodur. Tak ayal, "wisata fajar" pun sangat populer di Posong. Wisatawan yang tidak menginap juga tidak kesulitan menikmati "wisata fajar" ini, karena Posong buka dari pukul 4 pagi.

 

Popularitas Posong pun membuat taman wisata alam ini terus berbenah. Awalnya ketika dibuka pada 2015 lalu, hanya ada tiga gazebo di dalamnya yang berfungsi sebagai gardu pandang. Tapi kini selain gardu pandang, di dalamnya sudah terbangun berbagai warung untuk wisata kuliner. Termasuk juga kedai kopi dan restoran.

 

Fasilitas lain adalah lokasi camping dan gedung balai pertemuan. Kehadiran balai pertemuan ini memang juga ditujukan bagi perusahaan atau korporasi yang hendak mengadakan outbond. Pada 2017 lalu, misalnya, Ganjar juga memilih Posong sebagai lokasi forum pertemuan antara gubernur Jawa Tengah dan para blogger/vlogger.

 

Berapa rata-rata jumlah pengunjung di Posong? "Sekitar 100 orang kalau akhir pekan, kalau pas long weekend bisa seribuan," kata Sofyanto, salah satu pengelola Posong.

 

Yang juga strategis, taman wisata alam ini terletak di kawasan pegunungan Sindoro-Sumbing yang memang sudah lama terkenal sebagai salah satu paket destinasi wisata. Berdasarkan penelusuran Gatra, banyak biro wisata memasukkan Posong sebagai "menu pembuka" untuk paket wisata di kawasan Temanggung, Banjarnegara dan Wonosobo. Setelah ke Posong, para biro wisata biasanya membawa turis mereka ke Dieng..

 

Bulan lalu Gatra mendatangi Posong sekaligus menelusuri berbagai destinasi wisata lain yang termasuk dalam lingkup sabuk wisata Sindoro-Sumbing. Di dekat Posong ternyata juga ada tiga destinasi wistaa lain.

 

Pertama adalah taman wisata Alam Sewu, berlokasi di Desa Pringsewu. Taman wisata alam ini masih satu "genre" dengan Posong, menawarkan keindahan wisata keindahan alam. Mereka juga memiliki fasilitas kurang lebih sama seperti camping ground dan sebagainya.

 

Kedua adalah mata air Umbul Jumprit, yang juga berlokasi di lereng Gunung Sindoro. Mata air ini merupakan destinasi wisata religi. Mata air berlokasi di dalam sebuah gua yang disekilinginya banyak ditumbuhi pohon pinus. Hutan pinus ini juga merupakan habitat alam kera liar.

 

Umbul Jumprit merupakan destinasi wisata religi karena mata airnya dipercayai memiliki kandungan spritual tinggi. Mata airnya tidak pernah kering walau musim kemarau dan menjadi sumber air bagi sungai Progo, sungai sepanjang 140 kilometer yang bermula dari kawasan Sindoro-Sumbing dan berakhir di Yogyakarta.

 

Umbul Jumprit juga termasuk situs suci bagi penganut agama Buddha. Air dari Umbul Jumprit dipakai untuk keperluan perayaan Waisak di candi Borobudur. Biasanya, tiga hari sebelumnya perayaan Waisak, akan datang biksu yang mengambil air untuk keperluan ritual di candi Borobudur. Situs ini bahkan salah satu tempat semadai bagi para biksu Buddha dari Indonesia, Thailand dan Sri Lanka.

 

Lokasi ketiga yang dikunjungi Gatra adalah situs Liyangan, sebuah destinasi wisata sejarah yang berjarak 20 kilometer dari Posong. Ini merupakan situs sisa arsitektur kuno yang berasal dari era kerajaan Mataram Kuno di abad ke-9 Masehi. Situs ini pertama kali ditemukan pada 2008. Sayangnya proses ekskavasi berjalan lambat. Sampai akhir 2017, baru sekitar 20% dari situs Liyangan yang berhasil diungkap.

 

Situs Liyangan sebenarnya termasuk istimewa. Menurut Balai Arkeologi Yogyakarta, situs Liyangan sebenarnya merupakan kawasan permukiman di era Mataram Kuno. Tapi kawasan permukiman purba ini lengkap secara fasilitas, terdiri dari area ibadat, pertanian, serta area hunian seluas 6 hektar. Ketika Gatra berkunjung ke sana, di area situs terlihat struktur yang sepertinya merupakan bagian dari pondasi sebuah candi.

 

Berdasarkan prasasti Rukam yang ditemukan di wilayah Parakan, situs Liyangan musnah karena terkubur oleh letusan material dari gunung Sindoro. Tidak heran bila Liyangan kerap disamakan dengan situs kota Pompei di Italia.

 

Masih ada beberapa destinasi wisata di kawasan Sindoro-Sumbing yang tidak semuanya bisa Gatra datangi. Yang jelas, kawasan wisata alam ini sangat terkenal, apalagi bagi wisatawan backpacker, yang memiliki hobi bertualang. Tujuan akhir biasanya memang selalu mendaki puncak Sindoro-Sumbing, yang memiliki ketinggian 3.150 dan 3.371 meter di atas permukaan laut.


 

Reporter: Arif Koes Hernawan (Yogyakarta) 

Editor : Basfin Siregar

 

 

Birny Birdieni
29-04-2018 07:50