Main Menu

LRT Jadi Ikon Wisata Baru di Palembang

Iwan Sutiawan
29-04-2018 15:15

Pengerjaan proyek pembangunan stasiun LRT di Bandara Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan.(ANTARA/Nova Wahyudi/re1)

Palembang, Gatra.com - Sarana transportasi light rail transit (LRT) di Palembang bakal segera beroperasi. Selain menjadi sarana transportasi, pemerintah daerah juga menginginkan agar LRT menjadi objek wisata baru bagi masyarakat Palembang.

 

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengatakan, transportasi LRT merupakan ikon baru bagi masyarakat Palembang. Kehadirannya akan memberikan manfaat ganda bagi masyarakat, terutarama kemudahan transportasi dalam kota.

Tidak hanya itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) juga berkeinginan menjadinya sebagai objek wisata baru bagi masyarakat, seperti menciptakan view-view baru bagi masyarakat yang tengah menikmati Kota Palembang.

"Tantangannya, bagaimana pengoptimalan LRT setelah Asian Games nanti. Selain sebagai sarana transportasi, LRT hendaknya memberikan nilai ganda lainnya, termasuk pariwisata," ujar Alex saat menghadiri pembukaan seminar nasional di Universitas Muhammadiyah, Palembang, Sumsel, Sabtu (28/4).

Ide ini muncul setelah melihat pengalaman beberapa negara yang sudah terlebih dahulu menjadikan kereta sebagai transportasi dalam kota. Di stasiun-stasiun kereta, nantinya bisa diubah menjadi sarana masyarakat berkumpul, menikmati keindahan pemandangan kota Palembang, terutama Sungai Musi. "Beberapa pilihan stasiunnya, yakni jembatan Ampera atau kawasan Jakabaring Sport City (JSC)," katanya.

Nanti, lanjut Alex, masyarakat bisa menikmati seni pertujukkan di titik-titik yang sudah disediakan di stasiun. Selain itu, bisa juga menjadi lokasi penampilan seni dan budaya masyarakat Palembang. Beberapa pilihan wisata yang akan ditampilkan juga disesuaikan dengan kerja sama pada Pemerintah Kota Palembang.

Kata Alex, LRT pada tahun ini masih dinilai sebagai transportasi perintis sehingga beban operasionalnya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Namun tahun 2019, pemerintah berupaya agar operasional LRT sepenuhnya bisa mandiri dengan mengoptimalkan potensi ekonominya.

Beberapa konsep memaksimalkan potensi ekonomi masih dibahas, termasuk menjadikan LRT sebagai pusat-pusat keramaian baru masyarakat Palembang. "Misalnya lagi, pengembangan stasiun LRT menjadi meeting room baru. Di stasiun, pengunjung bisa bertemu, rapat, makan-minum, berbelanja, dan lainnya. Konsep-konsep ini masih dibahas bersama dengan pemerintah pusat dan beberapa pelaku usaha di Palembang," ungkapnya.

Rencana yang sama disampaikan oleh Dirjen Perkeretaapian Kementrian Perhubugan, Zulfikri. Dia mengatakan, mendekati akhir tahun akan dibahas secara lebih detail upaya menjadikan LRT Palembang lebih komersil. Ada beberapa pilihannya, di antaranya dengan menjadikannya pusat bisnis dan ekonomi baru di Palembang, atau bisa juga menjadi objek wisata baru.

"Pemerintah mengupayakan LRT lebih maksimal secara pendapatan. Apakah nantinya, LRT masih mendapatkan subsidi pada tahun 2019 nanti, masih akan dibahas setelah Asian Games nanti," ujarnya.

Pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan sudah mempersiapkan anggaran Rp 129 milyar untuk biaya operasional LRT sampai dengan akhir 2018.


Reporter: Tasmalinda
Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
29-04-2018 15:15