Main Menu

Pembangunan Ruas Trans Maluku Dibutuhkan Guna Menunjang Pariwisata

Flora Librayanti BR K
03-06-2018 18:44

Pemandangan alam pantai Ora.(GATRA/MEF/re1)

Seram, Gatra.com – Kepala Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVI Ambon Satrio Sugeng Prayitno mengatakan sesuai intruksi Menteri Pekerjaan Umum, agar pembangunan jalan di trans Maluku terus digebut, guna menghubungkan antara port to port di wilayah Indonesia Timur, khususnya di Provinsi Maluku.

 

"Trans Maluku ini adalah jalan yang menghubungkan pulau-pulau yang ada di Provinsi Maluku. Salah satunya ada di Pulau Seram. Kita fokus ke (ruas) sini karena ini jalur akan mengintegrasikan antara pelabuhan ke pelabuhan di Maluku," katanya kepada Gatra.com, di sela-sela kunjungannya, di lintas trans Maluku bagian barat, Minggu (03/06).

Dari total ruas jalan Trans Maluku di Pulau Seram sepanjang 941 km yang menghubungkan Seram Barat dari Waisalah hingga Air Nanang di Seram Timur, menurut Satrio, tahun ini ditargetkan selesai lagi sepanjang 41 km. Sehingga, diharapkan di akhir 2019 pembangunan ruas tersebut sudah selasi. "Walaupun, masih fungsional sifatnya, tapi kita akan kejar terus selesai pada akhir 2019," tambahnya.


Selanjutnya, ia berharap masyarakat lebih kooperatif agar lahannya mau dibebaskan untuk pembangunan jalan. Sedangkan untuk pemerintah daerah (pemda) setempat diharapkan agar lebih lebih koordinatif dan intens lagi dalam berkomunikasi.


"Kami tinggal menunggu konfirmasi lanjutan dari mereka. Jika mereka mampu menyiapkan lahan, kami juga siap membangun jalannya. Prinsipnya seperti itu," jelasnya.


Di sisi lain, selain memiliki potensi kekayaan alam, Pulau Seram memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Menurut Satrio, hal ini ditandai dengan adanya beberapa tempat wisata dengan menawarkan pemandangan alam yang indah seperti Pantai Ora, Pulau 7, Rumah Olat, hingga Taman Nasional Manusela. "Banyak tempat wisata potensial disini, harus di-explore lagi," ucapnya.


Meski begitu, ia menyayangkan, saat ini pemda belum memiliki konsep untuk memprioritaskan tempat wisata mana saja yang hendak dijadikan prioritas andalan. Terlebih, ia mengakui, terkait pengembangan wisata Pulau Seram, komunikasi dengan pemda belum intens.


"Kami beberapa kali komunikasi, tapi follow-up-nya belum ketemu, sehingga kami belum sampai menyiapkan anggaran yang spesifik guna menunjang pariwisata setempat," ia menjelaskan.


Pulau Seram memiliki potensi wisata alam yang indah bukanlah isapan jempol semata, Irawan, resepsionis di salah satu cottage yang dikunjungi Gatra.com di Pantai Ora misalnya, menyebut, pantai tersebut sering dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.


"Hampir dari semua negara pernah ke sini. Paling banyak wisman berasal dari Belanda. Untuk domestik mereka berasal dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya," ungkap dia.


Karena di pantai Ora hanya terdapat 16 cottage, lanjut Irawan, sehingga pengunjung yang hendak menikmati keindahan pemandangan alam pantai Ora, bahkan harus mem-booking satu bulan sebelumnya. "Karena kamar kita terbatas, satu kamar hanya terisi dua orang, lebih dari itu kita kenakan extra bed satu," katanya lagi.


 


Reporter: MEF
Editor : Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
03-06-2018 18:44