Main Menu

Mempertahankan Tradisi Lebaran Topat Sebagai Bentuk Wujud Syukur di Lombok

Birny Birdieni
22-06-2018 18:59

Prosesi Praje Ketupat, tradisi Lebaran Topat di Lombok. (GATRA/Hernawardi/re1)

Mataram, Gatra.com- Sebanyak kurang lebih 3.000-an buah ketupat tersusun rapi mengerucut seperti halnya sebuah monumen. Di seputarnya dihiasi berbagai ornamen janur berbahan daun kelapa muda. Sekelilingnya dipenuhi berbagai lauk pauk.

Ada opor ayam, opor telur ayam, serta gulai daging sapi. Hiasan lainnya adalah kacang-kacangan yang sudah digoreng dan urap-urapan.

Tak ketinggalan berbagai jenis panganan tradisonal berbahan ketan putih dan hitam tertata rapi. Hingga buah-buahan seperti nanas, apel, serta jeruk, salak, dan anggur.


Tak lama berselang Tetua Adat Lombok memberi komando agar usungan ketupat tadi "dipraje" atau diangkat menuju mimbar acara. Prosesi Lebaran Topat dimulai dengan selanjutnya menikmati hidangan itu. Tradisi ini diselenggarakan secara masal pada tanggal 7 Syawal 1438 H, Jumat (22/6).

Tradisi tahunan Lebaran Topat ini dipusatkan di kawasan Pantai Duduk, Senggigi, serta Batulayar dan juga Kabupaten Lombok Barat, NTB. “Lebaran Topat diselenggarakan sebagai bentuk wujud syukur karena telah mampu menunaikan puasa sunnat Syawal seminggu setelah sebulan berpuasa,” kata Budayawan Lombok, Sahnan kepada Gatra.com di sela-sela prosesi Lebaran Topat.

Menurutnya, tradisi Lebaran Topat ini merupakan identitas dan entitas masyarakat Lombok untuk melestarikan tradisi leluhur mereka. Staf Dinas Pariwisata NTB ini menambahkan, aktivitas ini dimulai dari selepas menunaikan Sholat Subuh, zikir dan doa memohon keselamatan.

Sesudah itu jamaah zikir dihidangkan sarapan pagi dengan menyuguhkan menu ketupat. Berikutnya masyarakat berbondong-bondong melakukan nyekar ke makam para Walilulloh yang diyakni sebagai seorang Kyai penyebar agama Islam di Lombok. Termasuk makam-makam orangtua yang sudah mendahului.

“Selesai itu barulah warga menyerbu pantai. Ada yang mandi, hingga berselancar menggunakan perahu sebagai manifestasi keceriaan mereka merayakan Lebaran Ketupat," ungkap Sahnan.

Asisten III Administrasi Umum Setda Provinsi NTB H. Imhal menambahkan bahwa perayaan Tasyakuran Lebaran Topat perlu dilestarikan. Tradisi ini sangat baik dalam menonjolkan potensi-potensi berbagai sektor, baik pariwisata maupun ekonomi yang ada di wilayah NTB, khususnya Pulau Lombok.

"Kegiatan ini sangat penting dalam rangka upaya kita untuk terus melestarikan nilai-nilai budaya lokal," ungkap Imhal. Selain itu ia berharap kegiatan tersebut akan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Imhal mengatakan bahwa tradisi ini juga diharapkan akan menggenjot target kunjungan wisata di NTB pada tahun 2018 yang mencapai 4 juta orang. Untuk mendukung itu, penting juga dilakukan kerjasama konkret antara pemerintah Provinsi NTB dan Pemda di wilayah tersebut.

Sementara itu, Pjs. Bupati Lombok Barat HL. Saswadi berharap Lebaran Topat bisa memberikan semangat dalam memajukan Lombok Barat sebagai leading sektornya dinas pariwisata. Tradisi ini memang menjadi agenda rutin pemerintah Kabupaten Lombok di Pantai Duduk Kec. Batu layar.

"Bertahun-tahun Batu Layar telah menghipnotis Lobar. Bahkan penjuru Lombok datang meramaikan Lebaran Topat ini," ujar Saswadi.


Reporter: Hernawardi
Editor: Birny Birdieni

 

Birny Birdieni
22-06-2018 18:59