Main Menu

Asyiknya Melukis Gerabah Imut di Kasongan

Mukhlison Sri Widodo
09-07-2018 10:17

Asyiknya Melukis Gerabah Imut di Kasongan. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Desa Kasongan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta selama ini dikenal sebagai sentra kerajinan gabah. 

 

Di sini, berbagai produk kerajinan yang terbuat dari tanah liat tersebut  dibuat, dipamerkan, dan dijajakan warga setempat.

Namun rupanya gerabah Kasongan bukan hanya kerajinan yang cocok untuk hiasan atau cenderamata. 

Gerabah-gerabah ini ternyata juga bisa bermanfaat untuk menggali ekspresi dan bakat anak-anak juga mengolah kreativitas mereka.

Sejumlah produsen gerabah Kasongan membuka tempat mereka sebagai lokasi wisata melukis gerabah untuk anak-anak. 

Perajin menyediakan gerabah-gerabah kecil dengan aneka bentuk  yang lucu dan imut seperti pesawat, mobil, vas bunga hingga tokoh kartun yang akrab bagi anak-anak seperti Doraemon.

Tugas para bocah melakukan finishing warna dengan cat minyak seperti yang biasa dilakukan para perajin. 

Bedanya, anak-anak bebas berkreasi dengan berbagai warna sesuka hati mereka. Hasilnya bisa dibawa pulang sebagai mainan atau koleksi karya mereka sendiri.

“Anak-anak biasanya seneng mewarnai. Tapi kalau di gerabah itu kan beda. Mau mencontoh yang sudah ada atau bebas mencampur warna nggak apa-apa. Daripada cuma mainan HP,” kata Sigit Purnama, 45 tahun, pemilik Purnomo Souvenir, salah satu perajin Kasongan yang membuka bengkelnya untuk workshop mewarnai gerabah anak-anak, Minggu (8/7).

Biaya mewarnai gerabah juga tak mahal. Sigit hanya mematok tarif Rp10 ribu sampai Rp 20 ribu untuk tiap produk gerabah yang akan diwarnai. 

Dengan tarif ini, Sigit menyediakan peralatan melukis seperti  cat dan kuas.

Di Kasongan, ada sekitar 10 bengkel gerabah yang membuka wisata untuk anak-anak. Mereka  bisa menerima kunjungan anak-anak secara perorangan atau rombongan. 

Selain paket mewarnai, anak-anak juga bisa melihat bahkan ikut membuat gerabah secara langsung.

Mewarnai gerabah bisa menjadi pengalaman baru atau kegiatan alternatif yang menarik untuk anak-anak.  

“Anak saya suka mewarnai, tapi kalau di gerabah belum pernah. Libur juga masih lama. Daripada cuma main di rumah dan biar enggak bosan, saya ajak ke sini,” kata Desi Susani, ibu asal Magelang yang mengajak putrinya usia enam tahun.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
09-07-2018 10:17