Main Menu

Bernostalgia di Pasar Kangen Jogja

Mukhlison Sri Widodo
10-07-2018 21:22

Di acara ini, ada 80 lapak kuliner yang akan memuaskan selera makan dan jajan pengunjung. (GATRA/Arif Koes/RT)

Yogyakarta, Gatra.com - Anda ingin menikmati masakan tradisional atau mencicipi jajan masa kecil seperti gulali atau arum manis? Atau berburu mainan jadul, barang antik, dan berbagai pernak-pernik tempoe doeloe?

 

Jika iya, Pasar Kangen Jogja bisa Anda sambangi di pelataran Taman Budaya Yogyakarta sepanjang 7-16 Juli 2018  ini. 

Di acara ini, ada 80 lapak kuliner yang akan memuaskan selera makan dan jajan pengunjung, terutama untuk kuliner tradisional dan langka yang kini sudah jarang dijajakan.

Misalnya jajan pasar seperti aneka gethuk, ketan, tiwul, putu, clorot, cenil, klepon, kipo, dan gebleg.

Ada pula camilan dengan nama unik seperti lempeng juruh dan bajingan yang terbuat dari ketela dan olahan gula jawa asal Kulonprogo.

Untuk masakannya pun tak kalah menggoda selera, seperti sate kere, jadah bacem, hingga buntil lompong dan aneka bothok yakni masakan berbahan dedaunan yang diolah dengan campuran parutan kelapa. 

Di lapak minuman, pengunjung bisa merasakan kesegaran es limun, es tebu, wedang uwuh dan sereh, legen, berbagai jamu, seperti beras kencur dan kunir asem, hingga bir jawa.

Adapun 40 lapak cenderamata turut memeriahkan Pasar Kangen dengan berbagai memorabilia yang bakal melempar memori kita ke masa lalu. 

Misalnya aneka mainan berbahan bambu, terbitan lawas, rekaman kuno dalam kaset dan piringan hitam, hingga koleksi antik dan barang bekas klitikan.

Pengunjung pun serasa bernostalgia saat mendatangi acara ini. “Jadinya seperti nostalgia dan ingat masa kecil. Mainan dan jajanan jaman dulu ada semua di sini,” kata Septi Anggari, 33 tahun, waarga Bantul, yang tengah menikmati sate kere, Senin (9/7) malam.

Pasar Kangen digelar secara gratis pada jam 12.00 hingga 22.00. Harga tiap  kuliner pun masih terjangkau, dari lima ribu perak sampai Rp 20 ribu. Tak lupa, disediakan spot-spot foto dari ornamen bambu dan kayu.

Suasana semakin meriah karena selama Pasar Kangen dipentaskan berbagai pertunjukan seni tradisi dari 32 kelompok seni. 

Pada Senin (9/7) misalnya, dipentaskan wayang orang dengan pemain bocah dan pertunjukan wayang kulit dengan dalang anak-anak.

Gelaran Pasar Kangen 2018 memiliki tema “Pasrawungan Ajur-ajer” yang bermakna hubungan kekerabatan yang tanpa pamrih, saling menolong, dan saling memahami dalam bermasyarakat. 

“Relasi pedagang dan pembeli bukan hanya transaksi ekonomi, tapi ada tegur sapa,”kata Ketua Panitia Wasdiyanta saat pembukaan acara.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
10-07-2018 21:22