Main Menu

Anak Gimbal Bakal Diruwat di Dieng Culture Festival 2018

Mukhlison Sri Widodo
30-07-2018 13:34

Upacara ruwat atau pemotongan rambut anak gimbal dalam Dieng Culture Festival. (GATRA/Ridlo Susanto/FT02)

Banyumas, Gatra.com – Sebelas anak gimbal atau bocah berambut gembel akan mengikuti upacara ruwat potong rambut dalam Dieng Culture Festival (DCF) ke-9, 3-5 Agustus 2018, pekan depan.

 

Ketua Pokdarwis Pandawa Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur, Banjarnegara, Alief Fauzi mengatakan seluruh peserta berjenis kelamin perempuan. Seluruhnya juga berasal dari keluarga tak mampu.

Menurut dia, acara Dieng Festival tahun ini panitia mengetengahkan konsep “The other of Culture” atau sisi lain budaya.

Dalam konsep ini masyarakat Dieng ingin memperkenalkan budaya yang sebelumnya belum pernah dipamerkan, terutama dalam helatan DCF di tahun-tahun sebelumnya.

“Sudah Mas. Ada 11 Anak. Ini kita semuanya perempuan semuanya, Mas. Temanya The Other of Culture. Jadi perempuan semua, di tahun ini,” katanya, Minggu, (29/08).

Dia menjelaskan, panitia akan membantu memenuhi permintaan bocah gimbal yang ikut dalam ruwatan potong rambut di DCF 2018 ini.

Panitia juga akan menanggung seluruh pembiayaan rangkaian acara, mulai arak-arakan hingga upacara pemotongan rambut dan larung.

Alif menerangkan, ke-11 bocah gimbal ini berasal dari Dataran Tinggi Dieng (DTD) dan daerah lain tetapi memiliki garis keturunan Dieng.

Dipercaya, setelah mengikuti ruwatan, rambut gimbal tak lai tumbuh dan akan berganti menjadi rambut normal.

“Awalnya, ada sembilan, tapi karena kemudian ada yang mendaftar lagi, dan memang sesuai dengan konsep kita, dari kalangan yang tidak mampu, kita terima semua. Kita bantu semuanya, mulai dari permintaan, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Alif mengemukakan, pada helatan DCF 2018 ini, panitia juga mengenalkan empat agenda baru. Empat agenda ini yakni, Aksi Dieng Bersih, Festival Domba Batur, Festival Bunga, dan Festival Tumpeng.

Di luar itu, agenda yang telah paten juga tetap dipertahankan. Beberapa di antaranya, yakni Jazz Atas Awan, Sendratari Dieng, festival lampion, festival caping gunung.

Dan seluruhnya berpuncak pada pemotongan rambut bocah gimbal atau ruwatan rambut gimbal.


Reporter : Ridlo Susanto
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
30-07-2018 13:34