Main Menu

Penginapan Penuh, Panitia DCF 2018 Siapkan Rumah Masyarakat

Mukhlison Sri Widodo
31-07-2018 20:58

Komplek candi arjuna, dieng jawa tengah. (GATRA/Ridlo Susanto/RT)

Banjarnegara, Gatra.com - Menjelang gelaran Dieng Culture Festival 2018 atau DCF, seluruh penginapan yang terdaftar di desa-desa utama pagelaran DCF telah penuh (Full booked).

 

Untuk itu, panitia mempersiapkan penginapan di rumah penduduk untuk menampung pengunjung DCF yang hingga saat ini juga masih mencari penginapan untuk mengikuti rangkaian DCF 2018 antara 3-5 Agustus 2018 esok.

“Penginapan yang Homestay memang sudah full booked. Tetapi kami sudah menyampaikan kepada masyarakat untuk menyiapkan rumahnya," kata Ketua Pokdarwis Pandawa Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Alief Fauzi, Selasa (31/7).

Dia mengatakan, sebanyak 1.000-an penginapan di Desa Dieng Kulon dan Desa Dieng telah habis dipesan jauh hari sebelum DCF ini.

Adapun penginapan di desa yang letaknya berimpitan dengan desa utama, atau desa penyangga, seperti Karangsari dan Sembungan, pekan ini juga sudah habis dipesan.

"Informasinya sudah penuh juga. Jadi sudah mulai mencari penginapan di luar penginapan paguyuban yang sudah terdaftar," ujarnya.

Alief mengemukakan, panitia bekerjama dengan pemerintah desa dan warga desa penyangga untuk mempersiapkan rumahnya sebagai penginapan di luar penginapan yang sudah tercatat di paguyuban pengelola penginapan Dieng. 

Dikhawatirkan banyak wisatawan yang tak memperoleh penginapan dalam gelaran acara yang diperkirakan dikunjungi oleh 100 ribu orang lebih ini.

"Itu apabila nanti ada wisatawan yang mungkin mau apa adanya dan mau menginap apa adanya di rumah penduduk," jelasnya.

Selain menyiapkan penginapan, panitia sebenarnya juga menyiapkan tempat berkemah atau Camping Ground. Namun, saat ini Camping Ground juga sudah habis.

Di zona utama sekitar kompleks Candi Arjuna, tempat untuk 100 unit tenda telah terjual. 

Di luar itu, Base camp di luar zona utama, seperti Gunung Prau, Pangonan, dan Bukit Sukinir juga sudah banyak permintaan.

"Kami sudah bekerjasama dengan pemerintah desa, itu sudah mengimbau agar masyarakat membersihkan rumahnya dan lain-lain. Juga kami bekerjasama dengan desa-desa penguat,” dia menerangkan.

Untuk mengantisipasi suhu ekstrem di Dataran Tinggi Dieng, panitia sudah menyiapkan tungku tradisional atau Anglo sebagai penghangat, terutama bagi pengunjung yang menginap di tenda.

Pada malam hari, panitia juga memperbanyak spot api unggun agar suhu sekitar Camping Ground tak terlampau dingin.

Alief menambahkan saat ini suhu sudah kembali ke kondisi normal usai lima hari turun di bawah suhu titik beku. Pada siang hari, suhu luar mencapai 17-18 derajat celcius.

Adapun malam hari, suhu udara berkisar 12 derajat Celcius. Adapun di dalam ruangan suhu malam hari berkisar 17 derajat Celcius.


Reporter : Ridlo Susanto
Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
31-07-2018 20:58