Main Menu

Bandara Besar Harus  Punya Terminal untuk Penerbangan Murah

Mukhlison Sri Widodo
31-07-2018 21:41

Bandara Besar Harus Punya Terminal untuk Penerbangan Murah. (GATRA/Arief Koes/RT)

Yogyakarta, Gatra.com - Usai diresmikannya terminal 2 bandara Soekarno-Hatta untuk penerbangan internasional berbiaya murah (low cost carier/LCC) oleh Angkasa Pura II, Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta fasilitas yang sama juga dimiliki bandara besar lainnya.

 

“Alasannya karena saat ini pertumbuhan LCC di dunia mengalami pertumbuhan 20 persen setiap tahun. Sehingga ketersediaan terminal khusus penerbangan murah (low cost carier terminal/LCTT) sangat dibutuhkan,” kata Yahya di Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Selasa (31/7).

Angka tersebut hampir empat kali lipat dibandingkan pertumbuhan penerbangan mahal (full service carier)  seperti  Garuda Indonesia yang hanya tumbuh 5% per tahun.

Menurut Yahya, negara-negara yang mengalami pertumbuhan dalam penerbangan internasional murah ke Indonesia antara lain Jepang sebesar 33% dan Vietnam 23%.

Yahya berharap, kehadiran terminal penerbangan murah akan berdampak pada peningkatan turis mancanegara ke Indonesia. 

Sebab selama ini penerbangan internasional lebih banyak transit ke Singapura atau Malaysia sebelum ke Indonesia.

“Saya berharap bandara saat ini menyiapkan landasan untuk penerbangan murah. Atau untuk bandara baru mendesain ada dua landasan untuk penerbangan murah dan mahal,” katanya.

Menurut Yahya, dibukanya bandara Soekarno-Hatta bagi penerbangan murah sebagai upaya meningkatkan kunjungan tamu dari negara yang bertanding di Asian Games.

Ia memprediksi, selama 18 hari  Asian Games, 1.700 wisatawan mancanegara akan hadir dan berpontesi memberikan pemasukan hingga Rp3 trilyun.

Namun sayangnya, Yahya menyatakan, sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia, Bandara Ngurah Rai Bali tidak memiliki terminal penerbangan murah.

Pemerintah pun menyiapkan bandara di Banyuwangi  dan Sumatera Utara yang melayani penerbangan murah. 

“Saya tidak tahu bandara baru DIY. Tapi jika memang ingin meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara mau tidak mau harus memiliki terminal penerbangan murah,” ujarnya.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
31-07-2018 21:41