Main Menu

Pempek Diusulkan Jadi Top Ten Kuliner Indonesia

Iwan Sutiawan
09-08-2018 13:47

Pembukaan Festival Sriwijaya. (GATRA/Tasmalinda/FT02)

Palembang, Gatra.com - Komoditi makanan (kuliner) dinilai akan mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan di suatu daerah. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berencana menjadikan penganan asal Palembang, pempek menjadi lebih mendunia atau go global dan masuk dalam top ten kuliner Indonesia.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menyampaikan, Indonesia sebaiknya mencontoh beberapa negara di Asia yang mulai menjual komoditi kulinernya sebagai daya tarik mengenalkan daerah termasuk wisatanya. Misalnya saja Thailand yang sudah mengenalkan beragam jenis kulinernya mendunia sehingga orang tertarik atau sengaja ingin mengetahui Thailan setelah mengenal kulinernya.

"Demikian juga dengan pempek. Kuliner ini bisa masuk top ten kuliner setelah five top kuliner dikenalkan," ujarnya saat membuka festival Sriwijaya sekaligus membuka Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) di Pelataran Benteng Kuto Besak, Rabu (8/8).

Di Thailand, lanjut Arief, pemerintahnya juga mensubsidi beragam usaha yang mengenalkan kulinernya di luar negeri. Subsidi yang diberikan juga cukup besar kepada pelaku usaha yang membuka tenant khusus pada kuliner asli negaranya. "Subsidi yang diberikan bisa-bisa US$ 100 ribu," sambungnya.

Pemerintah Indonesia juga akan menggalakkan hal tersebut, termasuk kuliner pempek. Arif kagum terhadap Palembang yang sudah mampu mengekspor pempek hingga 7 juta ton per hari. Jumlah itu, sangat memungkinkan pempek menjadi icon kuliner termasuk wisata bagi Kota Palembang khususnya, termasuk Sumsel.

"Sehingga pempek bisa dijual dalam kondisi beku, yang menggandeng airline atau maskapai, untuk menjadikannya makanan di pesawat. Ini sangat memungkinkan pempek bisa go internasional," ujarnya.

Apalagi, lanjut Arief, dalam dunia pariwisata, belanja kuliner dan fashion akan menghabiskan 20%-40% dari budget. Karena itu, potensi mengenalkan pempek sebagai bagian dari wisata kuliner di Palembang memang butuh dukungan banyak pihak.

"Termasuk tadi siang sudah memecahkan rekor pempek ber-SNI paling banyak. Rekor dunia ini juga menjadi promosi Palembang dan pempek sebagai tujuan wisata," ungkapnya.

Dalam moment Asian Games di Palembang, pemerintah dapat mengoptimalkan promosi daerah karena ajang ini akan berpengaruh langsung pada daerah, selain pembangunan fisik. Pengaruh tidak langsung lainnya berimbas pada banyak hal, termasuk pariwisata.

Saat Asian Games, kata Arief, pemerintah menargetkan akan terdapat kunjungan 170.000 wisatan yang sekitar 20-30% atau sekitar 50.000 akan ke Palembang. "Bappenas menghitung nilai lebih penyelenggaraan Asian Games di Palembang mencapai Rp 1 trilyun, mulai dari wisatawan serta aktivitas lainnya," ujar Arief.

Pempek masuk urutan keenam, dari sepuluh makanan top yang diusulkan, yakni setelah rendang, nasi goreng, dan soto.


Reporter: Tasmalinda
Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
09-08-2018 13:47