Main Menu

Jember Fashion Carnaval Diakui Sebagai Salah Satu Karnaval Terbaik di Dunia

Flora Librayanti BR K
12-08-2018 06:59

Ratusan anak mengikuti Kids Carnival bertema 'Asia Light' atau Cahaya dari Asia yang menampilkan sepuluh negara dalam balutan kostum. (ANTARA/Seno/RT)

Jember, Gatra.com - Jember Fashion Carnaval (JFC) pada 2018 ini memasuki pelaksanaan ke-17. Tak tanggung-tanggung event yang berlangsung pada 7-12 Agustus 2018 ini berani menargetkan jumlah kunjungan sebanyak 700.000 pengunjung. Tahun ini JFC mengambil tema “ASIALIGHT” - Cahaya Asia, yang terinspirasi dari Asian Games.

 

“Kami ingin menambah gebrakan dari Asian Games 2018. Bukan hanya sekedar memeriahkan tetapi memberikan kontribusi aktif untuk menggaungkan Asian Games," kata Presiden JFC, Dynand Fariz di Jember, Sabtu (11/8).

Festival ini menampilkan 10 defile yang merepresentasikan negara-negara Asia. Mereka adalah Bian Lian (China), Babilonia Empire (Iraq), India, Kujang (Indonesia), Ottoman Empire (Turki), Saudi Arabia, Silla (Korea), Star, Thailand, serta Shogun (Jepang).

"JFC ini eventnya kelas dunia. Salah satu karnaval terbaik di dunia. Perhelatannya selalu mampu memberikan inspirasi besar bagi Indonesia," kata Ketua Calendar of Event (CoE) 2018, Esthy Reko Astuti.

JFC 2018 diikuti 2500 peserta, meliputi JFC International Exhibition, Pets Carnival, JFC International Conference, JFC Kids Carnaval, JFC Rhythm Artwear Carnaval, Wonderful Archipelago Carnaval Indonesia (Waci), dan JFC Grand Carnaval yang akan memeriahkan karnaval sepanjang 3,6 kilometer. Bupati Jember Faida telah menyiapkan 2.000 becak hias untuk melayani tamu karnaval serta 1.000 rombong (gerobak) untuk peningkatan ekonomi rakyat.

Esthy, yang juga Staf Ahli Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata, menyebutkan bahwa JFC 2018 mendapat dukungan penuh Kemenpar dan masuk dalam 10 National Calendar of Event (CoE) 2018. Total Event Pariwisata 2018 di Kabupaten Jember sendiri ada 144 event.

Di kancah internasional JFC menduduki peringkat ke 4 sebagai gelaran terunik, dan terheboh setelah Mardi Grass (AS), festival di Rio De Janeiro Brazil, dan The Fastnacht di Jerman (Cakwigi, 2013: 2). Karena prestasi itulah JFC 2018 menjadi salah satu event prioritas Kemenpar.

“Prestasi JFC sebenarnya masih banyak lagi. Kualitas dan kreativitas inilah yang akan diterapkan dalam JFC 2018 Kami juga memiliki agenda besar yang akan dibranding di sana,” kata Menpar Arief Yahya.

Dynand Fariz sebagai penggagas JFC memiliki banyak prestasi dan penghargaan Internasional, antara lain sebagai designer Best National Costume Miss Supranational 2014 di Polandia, Best National Costume Miss International 2014 di Tokyo, Jepang dengan konsep Lampung, hingga Best National Costume Miss Grand International 2016 di Las Vegas, USA. Ada juga seri "Toraja Tongkonan" sebagai Best National Costume Miss Supranational 2015 di Polandia.


 

Editor : Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
12-08-2018 06:59