Main Menu

Ribuan Pendaki Peringati HUT ke-73 RI di Puncak Gunung Slamet

G.A Guritno
18-08-2018 19:08

Puluhan kelompok pendaki mengadakan Upacara HUT RI ke-73 di puncak Gunung Slamet. (Dok. Kominfo PBG/Ridlo Susanto/FT02)

Purbalingga, Gatra.com – Sebanyak 1.300-an pendaki dari berbagai kota merayakan peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di puncak Gunung Slamet, Jum’at (17/8). Mereka mulai bergerak secara bertahap ke puncak Slamet setinggi 3.428 meter di atas permukaan air laut itu sehari sebelumnya.



Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Prayitno mengatakan pendakian ke puncak Gunung Slamet menjadi tradisi unik kalangan muda untuk merayakan peringatan kemerdekaan yang berbeda dari kalangan masyarakat pada umumnya.

Para pendaki mulai membanjiri pos pendakian di Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, pada Rabu (16/8) pagi.

“Mereka kebanyakan datang secara berombongan. Dalam satu grup antara 5 – 10 orang, bahkan ada yang 20 orang. Namun juga ada yang datang dua orang dalam satu kelompoknya,” kata Prayitno, dikutip dari keterangan keterangan tertulisnya, Sabtu (18/8).

Menurut Prayitno, berdasar data yang tercatat di pos Bambangan, para pendaki berasal dari Bekasi, Cibitung, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Tasikmalaya, Semarang, Sragen, dan sejumlah kota lainnya di Jateng, Jatim dan Jabar.

“Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, semua pendaki kami data di pos Bambangan dan juga menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter. Setiap ketua kelompok juga kami wajibkan meninggalkan identitas berupa KTP atau SIM serta nomor kontak,” ujarnya.

Petugas di posko Bambangan yang dibantu dari SAR Purbalingga serta relawan Gunung Slamet juga membagikan lembaran informasi berupa jalur pendakian, serta tata cara dan larangan selama melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet.

“Lembar informasi ini untuk memberi kemudahan bagi para pendaki yang hendak menuju puncak. Jika terjadi sesuatu pada rombongannya, bisa segera mengontak pada nomor kontak yang tertera dalam lembaran tersebut,” jelasnya.

Prayitno juga mengingatkan kepada para pendaki untuk tetap menjaga kesehatan serta kelestarian lingkungan selama di puncak dan jalur pendakian. Para pendaki dihimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, dan wajib membawa turun kembali sampah yang dihasilkannya.

Semua pendaki sebelum ke puncak juga dibekali kantong plastik untuk tempat sampah. Kantong ini diserahkan kembali di pos Bambangan dan tentunya berisi sampah. Para pendaki juga tidak boleh menebang pohon serta memetik bunga Edelwis.

“Kami bekerja sama dengan SAR dan relawan juga memantau di beberapa pos pendakian, harapannya agar para pendaki ikut menjaga kelestarian hutan dan vegetasi yang ada di Gunung Slamet,” imbuhnya.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
18-08-2018 19:08