Main Menu

Megawati Apresiasi Gelaran Event Tanah Lot Art Food Festival 2018

didi
21-08-2018 16:12

Megawati Soekarno Putri pada acara Tanah Lot Art and Food Festival 2018. (Dok. Pemkab Tabanan/FT02)

Jakarta, Gatra.com – Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan event Tanah Lot Art & Food Festival 2018 yang resmi ditutup pada 20 Agustus 2018 di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan Bali.


Menurutnya, event tersebut merupakan bukti nyata Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjaga dan melestarikan budaya yang dimilikinya. Semakin banyaknya diadakan berbagai macam festival yang menonjolkan ciri khas seni, budaya dan juga kuliner, akan mampu menarik perhatian para turis untuk berkunjung ke Indonesia.

“Bali ini sudah dikenal oleh mancanegara, kekayaan akan potensi alam, kesenian dan kebudayaan menjadi daya tarik bagi mereka, namun kita sebagai pribumi harus terus menjaganya supaya nila-nilai kearifan lokal kita tidak pernah hilang tergerus oleh budaya modern,” ujar dalam keterangan yang diterima Gatra.com, Selasa (21/8).

Megawati saat menutup secara resmi perhelatan event yang berlangsung selama tiga hari itu berharap event tersebut tidak hanya dijalankan oleh Pemkab Tabanan, melainkan bisa di aplikasikan juga untuk daerah lain dengan gaya dan kemasan yang berbeda.

“Orang asing itu selalu ingin tahu ciri khas yang ada dalam budaya, kalau event-event seperti ini diadakan minimal dua bulan sekali, maka para turis itu akan datang sendirinya ke Indonesia,” jelas Megawati.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir pula Guruh Seokarno Putra, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Tabanan I KG Sanjaya, jajaran Muspida Tabanan serta Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Tabanan.

Sementara itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan, kegiatan Tanah Lot Art & food Festival tersebut merupakan bentuk nyata dalam pengaplikasian ajaran Trisakti dari Bung Karno, yaitu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya.

“Bagaimana kita berdikari di bidang ekonomi, rakyat menjadi pelaku dan penikmat dari festival tersebut, dan juga berkepribadian secara sosial budaya, karena festival ini juga menampilkan tarian sakral karena dikemas dalam budaya yang menarik wisatawan sehingga dapat Muri yang sifatnya dunia,” kata Eka.

Dalam event ini, kata Bupati Eka, mampu menarik wisatawan lebih dari 55 ribu orang. Ke depannya ia berharap event tersebut akan terus terlaksana dan tentunya dengan adanya penambahan inovasi dan konsep yang menarik lagi.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Arief Prasetyo

didi
21-08-2018 16:12