Main Menu

17.818 Mendoan Banyumas Pecahkan Rekor Dunia

G.A Guritno
27-08-2018 07:19

Pemecahan rekor dunia memasak dan memakan mendoan terbanyak dengan jumlah 17.818 mendoan. (GATRA/Humas Pemkab/Ridlo S/RT)

Purwokerto, Gatra.com – Sebanyak 17.818 mendoan yang dibuat secara massal memecahkan rekor dunia menggoreng mendoan sekaligus membuat rekor baru makan mendoan terbanyak Sabtu (25/8/2018) di halaman Hotel Meotel Purwokerto.



Ketua Umum Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), Paulus Pangka mengatakan memasak mendoan terbanyak dan makan mendoan masal ini dicatat dalam Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) sebagai rekor ke 389 dan 390. Mendoan menciptakan dua rekor baru dengan menggoreng tempe sebanyak 17.818 buah mendoan dalam waktu 73 menit dan makan mendoan terbanyak.

“Menciptakan rekor baru di Lembaga Pencatat Prestasi Indonesia Dunia, dengan nama rekor pertama dengan nama memasak mendoan terbanyak, dengan jumlah 17.818 buah, dalam waktu 73 menit,” katanya.

Menurut dia, jumlah mendoan yang 17.818 buah mengandung makna 17 Agustus 2018. 45 penggorengan melambangkan tahun kelahiran Republik Indonesia.

“Dan ini adalah menciptakan rekor baru di lembaga pencatat rekor dunia. Rekor yang kedua, mendoan ini jangan sampai dibuang, oleh karena itu kami sarankan untuk dimakan, untuk menciptakan rekor memakan mendoan terbanyak,” jelasnya.

Pangka menerangkan, selain menjadi rangkaian peringatan HUT le-73 RI, rekor mendoan ini sekaligus untuk mengangkat popularitas mendoan agar semakin dikenal dunia. Pasalnya, mendoan telah menjadi kebanggaan masyarakat Banyumas yang telah dikenal oleh seluruh nusantara.

Sementara, General Manager Hotel Moetel Purwokerto, Andre Harso Binawan mengatakan, pembuatan rekor yang diprakarsai oleh Hotel Meotel bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Korem 071/Wijayakusuma ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan RI, HUT Meotel yang ke-2 serta HUT Korem ke-57.

Dia mengklaim, penggorengan 17.818 mendoan ini memecahkan rekor yang sudah bertahan selama 12 tahun di Wonosobo pada tahun 2006 dengan membuat 12.212 tempe kemul.

Untuk membuat 17.818 buah mendoan, dibutuhkan sebanyak 20 ribu tempe, dan menggunakan tepung terigu sebanyak 225 kilogram, tepung beras 40 kilogram, tepung tapioka 40 kilogram, minyak goreng 270 liter, garam 10 kilogram, bawang putih 5 kilogram.

“Serta ketumbar 2 kilogram, kencur 2 kilogram, daun muncang 15 kilogram, kecap 19 kilogram serta bumbu penyedap rasa sebanyak 12 kilogram,” imbuh Andre

Andre menambahkan, untuk dapat memecahkan rekor memasak mendoan pihaknya membutuhkan sekitar 135 orang yang terdiri dari karyawan Meotel Purwokerto, Perkumpulan Chief Profesional Indonesia (PCPI) dan anggota Korem 071/Wijayakusuma.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
27-08-2018 07:19