Main Menu

Gempa Lombok, Wisatawan Turun Hingga 85%

Birny Birdieni
04-09-2018 17:58

Pusat penjualan oleh-oleh Sasakku Lombok Senggigi. (GATRA/Hernawardi/re1)

Mataram, Gatra.com- Sejak terjadinya gempa Lombok berkekuatan 7,0 SR 5 Agustus lalu para pelaku pariwisata seperti usaha Tours and Travel dan usaha restoran mengaku banyak menerima pembatalan kunjungan wisata ke Lombok maupun pembatalan booking makanan di sejumlah restoran itu.

 

“Kita saja mengevakuasi 140 tamu dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang tengah berlibur ke Lombok, karena terjadi gempa bumi,” kata Manager PT Bidy Tours and Travel Lombok Bing Hamidi, Selasa (4/9) di Mataram.

Bing tidak menampik jika bulan sejak Agustus hingga Desember merupakan bulan kunjungan wisatawan untuk berlibur. Namun karena musibah ini cukup banyak wisatawan yang membatalkan kunjungannya ke Lombok dengan penurunan hingga 100%. “Penurunan ini juga berimbas pada usaha pariwisata lainnya seperti hotel, restoran, travel agent dan sebagainya,” katanya.

Karenanya, Bing menilai harus ada langkah-langkah recorvery dari pemerintah maupun pelaku-pelaku pariwisata lainnya. Termasuk badan Promosi pariwisata Daerah NTB untuk segera melakukan aksi nyata dalam memulihkan kembali pariwisata Lombok khususnya.

Sementara itu pengusaha restoran yang juga tergabung dalam wadah Persatuan Hotel Restourant Indonesia (PHRI) NTB juga merasa terpukul atas musibah gempa ini. Manager Restoran Menega Senggigi, Lombok Barat, Wirawan mengaku tamunya yang biasa ramai menikmati menu khas serba seafood dan ikan laut tiba-tiba menjadi sepi.

“Bahkan tamu kita dari Kedutaan Brunei Darussalam dan Kedutaan Malaysia terpaksa harus membatalkan pesanan ke restoran kita karena informasi gempa ini,” terangnya.

Pengakuan yang sama juga disampaikan Kurniawan pengusaha pusat oleh-oleh Sasaku Lombok . Ia mengaku sejak terjadinya gempa, tamu yang mencari oleh-oleh menurun drastis hingga 85%. “Hari-hari biasa ada ratusan tamu per harinya. Namun sekarang sepi bahkan nihil sama sekali seharian. Apalagi Sabtu Minggu biasanya ramai kini hanya bisa dihitung yang datang. Harapan kami agar semuanya cepat normal kembali,” kata Kurniawan.


Reporter: Hernawardi

Editor: Birny Birdieni

Birny Birdieni
04-09-2018 17:58