Main Menu

2 WNI Dibebaskan Tanpa Syarat dari Papua Nugini

Nur Hidayat
19-09-2015 14:19

Para sandera (baju bergaris) saat proses serah terima dar PNG ke Indonesia (GATRAnews/Khatarina Lita)

Jayapura, GATRAnews - Konsulat RI di Vanimo, Elmar Lubis mengklaim hingga dua warga Indonesia dibebaskan dari kelompok bersenjata di Papua Nugini (PNG), tak ada tuntutan dari kelompok tersebut, setelah delapan hari lamanya berada di sekitar Pegunungan Victoria Skouwtiau, Distrik Bewani, Sandaun Province, PNG.

Badar (29 tahun) dan Sudirman (30 tahun) diserah-terimakan dari pemerintah PNG kepada pemerintah Indonesia lewat Konjen RI di Vanimo, Elmar Lubis di Markas tentara PNG di Vanimo, sekitar pukul 10.30 WIT, Jum'at (19/9).

Setelah beristirahat sejenak di Kantor Konsulat RI di Vanimo, kedua WNI dibawa ke Skow Wutung, yang terletak di perbatasan RI-PNG, lalu keduanya diterima oleh Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian, selaku panglima operasi wilayah perbatasan yang didampingi Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzana Wanggai dan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw serta Konsulat RI di Vanimo, Elmar Lubis.

Sementara dari pihak PNG, hadir pula Ketua Tim Negosiasi Pemerintah PNG Ian Jingga yang ditunjuk langsung oleh Perdana Menteri Papua New Guinea Peter O'neill dan Dirjen Perbatasan Kementerian Luar Negeri PNG John Mofu, serta Atase Pertahanan KBRI di Port Moresby Kolonel Roni Pasaribu. 

Pembebasan sandera menurut Elmar Lubis sepenuhnya dilakukan oleh Tim Negosiasi dari Pemerintah PNG bersama Army PNG yang berjumlah sekitar 100 orang. Keduanya dibebaskan Kamis (17/9) sekitar pukul 22.00 WIT di sebuah kampung di sekitar Pegunungan Victoria, Skowtiau, Distrik Bewani, Sandaun Province, PNG.

“Tidak ada tuntutan dan kontak senjata dari kelompok bersenjata saat proses pembebasan kedua WNI. Badar mengalami luka dikaki bagian sebelah kiri, karena terjatuh,'' terang Elmar.

Selama dalam penguasaan kelompok kriminal bersenjata tersebut, Badar dan Sudirman berpindah-pindah tempat di Pegunungan Victoria. Keduanya hanya memakan pisang dan umbi-umbian dalam penculikan itu.

“Kami belum mengetahui motif serta kelompok penculikan. Tahap yang paling penting dalam proses ini adalah keduanya bisa selamat dan memang itulah pesan kita kepada pemerintah PNG. Kami sangat apresiasi atas kontribusi dan usaha dari pemerintah PNg dalam pembebasan dan negosiasi ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzana Wanggai mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah PNG dalam penyelamatan 2 WNI.

Ini juga sebagai bukti bahwa hubungan antar dua negara semakin baik. “Kami sangat berterima kasih atas usaha dari pemerintah PNG. Ini juga cerminan dari hubungan kerjasama yang semakin membaik,” ujarnya.


Reporter: LLL

Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
19-09-2015 14:19