Main Menu

Tersangka Penganiaya Salim Kancil Jadi 22 Orang

Tian Arief
30-09-2015 09:39

Aksi solidaritas kasus pembunuhan petani asal Lumajang, Salim Kancil (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

Lumajang, GATRAnews - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menyatakan, jumlah tersangka kasus penganiayaan hingga menewaskan Salim Kancil, aktivis antitambang di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bertambah dari 18 orang menjadi 22 orang -dua di antaranya masih anak-anak.

"Jumlah tersangka bertambah empat orang, dari 18 orang menjadi 22 orang, setelah dilakukan pengembangan penyelidikan di lapangan," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, saat dihubungi Antara dari Lumajang, Selasa (29/9).

Dua aktivis antitambang pasir di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian yang menjadi korban kekejaman sekelompok orang pro-tambang pasir, yakni Salim alias Kancil dan Tosan. Mereka dianiaya massa hingga menyebabkan korban Salim meninggal dunia dan Tosan mengalami luka parah, pada Sabtu (26/9).

Kedua korban kekerasan itu dikenal sebagai warga penolak tambang pasir di pesisir Pantai Watu Pecak. Keduanya diculik, lalu dianiaya di tempat terpisah oleh puluhan orang suruhan.

Dari 22 tersangka itu, lanjut Kombes Prabowo, sebanyak 20 orang ditahan di Mapolres Lumajang, sedangkan dua tersangka tidak ditahan karena masuk kategori di bawah umur, yakni berusia 16 tahun.

"Dua tersangka anak-anak itu ikut dalam penganiayaan yang dilakukan massa terhadap dua korban," katanya.

Prabowo menjelaskan, kemungkinan jumlah tersangka bisa bertambah lagi, dan penyidik masih melakukan pengembangan penyidikan dan penyelidikan di lapangan atas kasus penganiayaan berat yang dilakukan massa kepada dua warga Desa Selok Awar-Awar tersebut.

"Kalau bukti cukup kuat dan berdasarkan keterangan saksi-saksi mengarah adanya tersangka baru, maka penyidik bisa menetapkan orang tersebut sebagai tersangka," tuturnya.

Saat dikonfirmasi soal kemungkinan adanya perangkat desa yang terlibat dalam kasus penganiayaan dua aktivis antitambang itu, Prabowo mengatakan, penyidik masih mendalami hal itu.

"Penyidik Polda Jatim dan Polres Lumajang benar-benar serius dalam menangani kasus kekerasan yang menimpa petani antitambang itu karena dalam dua hari sudah menetapkan 22 tersangka," paparnya.

Sementara itu, Tim Advokasi Tolak Tambang Pasir Lumajang mendesak Polres Lumajang dan Polda Jatim benar-benar serius untuk mengusut tuntas para pelaku dan aktor intelektual penganiayaan terhadap dua aktivis warga yang menolak tambang hingga menyebabkan satu warga meninggal dunia.

"Kami mendesak polisi dan aparat penegak hukum lainnya untuk serius dalam mengusut pelaku pembantaian terhadap Salim Kancil dan Tosan hingga aktor intelektual di balik aksi kekerasan tersebut," kata Aak Abdullah Al-Kudus, anggota Tim Advokasi Tolak Tambang Pasir Lumajang.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
30-09-2015 09:39