Main Menu

Seorang Pengusaha Jadi Tersangka Kasus Tambang Lumajang

Tian Arief
05-10-2015 15:06

Aksi solidaritas kasus pembunuhan Salim Kancil (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

Surabaya, GATRAnews - Polda Jawa Timur menetapkan seorang pengusaha berinisial R, sebagai tersangka kasus penambangan pasir ilegal di Lumajang Jawa Timur, sebagai bagian dari pengembangan kasus pembunuhan aktivis antitambang liar, Salim Kancil.

"Sudah ada tersangka baru. Tapi ini kasus pertambangan ilegal, belum ada kaitannya dengan pembunuhan karena masih dikembangkan oleh penyidik," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji, usai menghadiri HUT ke-70 TNI, di Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Senin (5/10).

R adalah seorang pengusaha yang tinggal di sekitar lokasi penambangan, dan diduga terlibat kasus pertambangan tanpa izin.

Dengan demikian, sudah lima orang tersangka dalam kasus serupa, dan tidak menutup kemungkinan masih bertambah tersangka lain sesuai perkembangan penyelidikan dan penyidikan.

"Yang pasti kami tetap mengembangkan kasusnya, apakah dia terlibat dalam kasus pembunuhan dan penganiayaan atau tidak. Ditunggu saja," ujar Irjen Anton, seperti dikutip Antara.

Selain itu, Polda juga sedang memeriksa intensif tiga anggotanya, perwira dan bintara dari Polres Lumajang dan Polsek setempat, terkait kasus ini. Dia menjanjikan akan menjatuhkan sanksi setimpal jika terbukti.

"Mereka diduga menerima uang dari kegiatan pertambangan ilegal dan Propam Polda Jatim masih menyelidikinya," kata mantan Kapolda Sulselbar ini.

Sebelum menetapkan R menjadi tersangka pada kasus pembunuhan dan penganiayaan aktivis antitambang di Lumajang, 26 September 2015, polisi telah menetapkan 23 tersangka.

Salah satu dari mereka adalah Har yang berstatus Kepala Desa Selok Awar-awar, Pasirian, Kabupaten Lumajang, karena terbukti menjadi "aktor intelektual" dalam kasus itu.

Dari jumlah itu, ada yang menjadi tersangka pembunuhan Salim Kancil, ada yang menjadi tersangka penganiayaan Tosan, dan ada pula yang menjadi tersangka untuk kedua kasus itu (pembunuhan dan penganiayaan).


Editor: Tian Arief

Tian Arief
05-10-2015 15:06