Main Menu

Komisi III Duga Ada Aktor Besar di Balik Pembunuhan Salim Kancil

Ervan
06-10-2015 18:24

Jazuli Juwain (GATRA/Dharma Wijayanto)

Jakarta, GATRAnews - Polisi telah meringkus belasan pelaku pembunuhan termasuk Kepala Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang yang diduga menjadi otak pembunuhan aktivis yang juga petani penolak penambang pasir, Salim Kancil, di Lumajang, Jawa Timur. 

 

 

Komisi III DPR mendesak kepolisian agar tidak hanya berhenti pada Kepala Desa Hariono dalam mengusut perbuatan keji tersebut.‎ Sebab, tidak menutup kemungkinan masih ada dalang dibalik pembunuhan tersebut.

 

"Menurut saya jangan cuma stop di kepala desa, jangan-jangan kepala desa cuma melindungi dari sisi kekuasaanya tapi sesungguhnya ada aktor besar termasuk kalau ada oknum-oknum yang membeking proyek itu. Maka di sini polisi diuji kredibilitasnya, jadi harus diungkap tuntas," kata anggota Komisi III DPR Jazuli Juwaini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10).

 

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengaku sangat geram terhadap peristiwa tersebut. Sebab, di mana ada masyarakat yang peduli terhadap ‎lingkungan justru dibunuh.

 

"Kami berduka atas meninggalnya Salim Kancil korban pengeroyokan sekelompok orang atas sikap dan perannya yang sangat kritis atas persoalan-persoalan lingkungan‎, karena ini gaya premanisme yang berlindung dibawah kekuasaan," tuturnya.

 

Untuk itu, dia ‎menegaskan, negara harus hadir untuk melindungi masyarakatnya dalam hal kebebasan berekspresi, terlebih untuk kepedulian masalah lingkungan. Selain itu, peran kepolisian juga diharapkan maksimal dan menghukum para pelaku dengan hukuman yang sesuai perundang-undangan agar menimbulkan efek jera dan masyarakat bisa merasa terlindungi.

 

"Karena kalau ini nanti dibiarkan maka akan memberikan efek yang sangat negatif bagi pemerhati-pemerhati lingkungan. Aparat harus bertindak tegas, cepat usut dan tangkap bukan saja orang-orang yang melakukan teknis pengeroyokan tapi juga aktor intelektual yang bisa jadi saja berlapis. Ini terencana, kalau tidak kenapa bisa melakukan pengeroyokan," ucap Jazuli.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani 

 

 

Ervan
06-10-2015 18:24